Curi Hp, Hakim Vonis Edwindi 1,6 Tahun Kurungan

Sidang terdakwa di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus secara virtual, Selasa (24/11/2020).

Palembang, Sumselupdate.com – Terdakwa Edwindi, kasus pencurian Handphone dengan modus mengincar rumah  yang sedang terbuka divonis majelis hakim 1, 6 tahun kurungan.

Hal tersebut dibacakan langsung Hakim Ketua Efrata Tarigan di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Klas 1 A Khusus secara virtual, Selasa (24/11/2020).

Bacaan Lainnya

Sebelum sidang pembacaan putusan, dilakukan pembacaan tuntutan oleh Jaksa Penuntut Umum ( JPU) Ajie Martha dan dilanjutkan dengan pembacaan pembelaan (pledoi) oleh Kuasa Hukum terdakwa Triyasa saat sidang teleconference berlangsung.

Pada saat pembacaan tuntutan, terdakwa dituntut oleh JPU  sesuai dengan pasal 363 ayat 1 tentang pencurian dengan hukuman 2,6 tahun kurungan.

Namun terdakwa bersama kuasa hukumnya mengajukan pembelaan dengan alasan terdakwa merupakan tulang punggung orangtuanya yang sudah tua serta mengakui kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatanya.

“Izin pak hakim, saya minta keringanan, karena saya tulang punggung orangtua yang sudah tua pak hakim. Saya mengakui kesalahan saya,” ucap terdakwa pada saat diberi kesempatan untuk menjawab.

Mendengar pembelaan tersebut majelis hakim pun menilai dan menimbang untuk mengurangi hukuman terdakwa.

“Baik karena kita tidak ada waktu lagi untuk menunda siding, maka kami akan langsung memutuskan hukuman terdakwa hari ini. Dengan ini menimbang terdakwa terbukti secara sah dan bersalah melakukan tindak pidana pencurian sesuai dengan pasal 363 ayat 1 tentang pencurian,” ucap Hakim Ketua Efrata.

Usai pembacaan putusan terdakwa bersama kuasa hukumnya dan JPU pun sama sama menerima keputusan hakim tersebut.

“Terima pak hakim,” ucap terdakwa.

Dalam dakwaan dijelaskan bahwa terdakwa melakukan tindak pidana pecurian pada bulan Juli 2020 lalu di Kecamatan Gandus, Palembang. Bermula dari terdakwa bersama dengan Alvin dan Mamat (belum tertangkap), sedang berkumpul disimpang Pebem, kemudian Mamat mengajak  temannya, termasuk terdakwa untuk mencuri.

Setelah sepakat, terdakwa dengan bersama dengan rekan-rekanya pergi berjalan kaki masuk ke lorong Zainal. Kemudian pada saat melintasi jalan, terdakwa melihat ada rumah warga yang sedang terbuka.

Pelaku Mamat dan Alvin (belum tertangkap) masuk ke dalam rumah korban, sedangkan terdakwa Edwindi bertugas berjaga–jaga di depan rumah, untuk mengawasi lokasi sekitar.

Selanjutnya Alvin mengambil satu buah handphone Nokia yang berrada di atas kepala korban yang sedang tidur. Setelah handphone tersebut berhasil diambil oleh rekan terdakwa tersebut, tiba-tiba korban terbangun dari tidurnya dan melihat orang yang tidak dikenal berada di dalam rumahnya dan telah mengambil handphone miliknya.

Merasa aksinya diketahui korban, lalu rekan terdakwa langsung pergi melarikan diri dengan diiringi tedakwa yang saat itu berjaga di luar.

Selanjutnya korban meminta pertolongan kepada warga sekitar untuk melakukan pengejaran namun terdakwa dan rekan–rekanya berhasil melarikan diri.

Selanjutnya pada 28 Juli 2020 terdakwa berhasil ditangkap pihak kepolisian, dan kemudian dilakukan introgasi terhadap terdakwa. Terdakwa mengakui bahwa benar ia bersama Mamat dan yang telah mengambil barang milik korban berupa 1 unit handphone Smartphone dan 1 handpone merk nokia, serta 1 buah tas punggung wanita. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.