Cuaca Ekstrim di Musim Transisi, Warga Tiga Daerah di Sumsel Ini Harus Waspada  

Ilustrasi cuaca ekstrim.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Masyarakat yang tinggal di Kabupaten Empat Lawang, Lahat, dan Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) patut waspada.

Bacaan Lainnya

Stasiun Meteorologi SMB 2 Palembang menyatakan saat ini cuaca ekstrim pada transisi dari musim penghujan ke musim kemarau.

Kepala Stasiun Meteorologi SMB 2 Palembang, Desindra Deddy Kurniawan, Selasa (8/6/2021), mengatakan, saat ini Sumsel sedang berada di masa transisi dari musim penghujan ke musim kemarau.

“April hingga Mei masuk musim transisi. Masa ini sering muncul cuaca ekstrim seperti hujan lebat, angin kencang atau puting beliung, petir, dan hujan es,” jelas Desindra Deddy Kurniawan.

Dikatakannya, wilayah yang paling terdampak dari cuaca ekstrim itu berada di Kabupaten Lahat, Empat Lawang, dan Kota Pagaralam.

Untuk Kabupaten Lahat seperti di Tanjung Sakti Pumu, Tanjung Sakti Pumi, Jarai, Muara Payang, Sukamerindu, Pajar Bulan, dan Kecamatan Kota Agung.

Sedangkan Kabupaten Empat Lawang berada di kawasan Lintang Kanan, Muara Pinang, Pendopo, Sikap Dalam, Ulu Musi, dan Pasemah Air Keruh.

Sementara Kota Pagaralam di wilayah Dempo Utara, Pagaralam Selatan, Pagaralam Utara, Dempo Selatan, dan Dempo Tengah.

Desindra Deddy Kurniawan mengatakan, ketika memasuki musim kemarau dan masih terjadi hujan adalah hal yang normal. Namun curah hujannya tidak mencapai 50 mm per dasarian.

“BMKG sudah membuat variable. Dalam satu dasarian atau sepuluh hari curah hujan kurang dari 50 mm diikuti dua dasarian, dan selanjutnya. Bila hujan maka masih normal. Curah hujan di bawah 50 mm. hal itu baik untuk mengurangi dampak karhutla,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan bencana hidrometerologi bersumber dari awan CB atau awan komulunimbus dan seluruh wilayah Sumsel memiliki potensi terjadinya bencana tersebut.

“Tandanya kalau malam hari cuaca gerah, dan pagi hari terik, dan tiba-tiba terjadi perubahan suhu yang mencolok, kemudian muncul awan yang bergulung-gulung seperti bunga kol dan berubah menjadi hitam sehingga terjadi hujan lebat,” tukasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.