Relokasi Pasar Nendagung, Wali Kota Pagaralam Undi Lapak untuk Hindari Kecemburuan Pedagang

Writer: - Selasa, 14 Juli 2026
Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah memimpin pengundian nomor lapak bagi ratusan pedagang Pasar Tradisional Nendagung sebagai bentuk transparansi dan keadilan dalam proses relokasi. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Pagaralam, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Pagaralam terus mematangkan penataan Pasar Tradisional Nendagung sebagai upaya menciptakan pusat perdagangan yang lebih tertib, bersih, nyaman, dan aman.

Salah satu tahapan penting yang dilakukan adalah pengundian nomor lapak bagi para pedagang agar proses relokasi berjalan secara adil dan transparan.

Read More

Pada Senin (13/7/2026), Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah turun langsung ke Pasar Tradisional Nendagung untuk memimpin proses pengundian nomor lapak yang akan ditempati para pedagang.

Sebanyak 164 pedagang sayuran akan menempati area di dalam gedung pasar. Sementara sekitar 340 pedagang lainnya akan mengisi lapak yang telah disiapkan untuk pedagang ikan, daging, ayam, sembako, pusat kuliner, serta berbagai komoditas lainnya. Total terdapat sekitar 504 pedagang yang akan menempati lapak baru.

Bagi para pedagang, lokasi berjualan menjadi faktor penting yang menentukan tingkat kunjungan pembeli dan pendapatan usaha.

Wali Kota Pagaralam H. Ludi Oliansyah berdialog dengan para pedagang saat proses pengundian nomor lapak di Pasar Tradisional Nendagung, Senin (13/7/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Oleh karena itu, sistem pengundian dipilih sebagai solusi agar setiap pedagang memiliki kesempatan yang sama memperoleh lokasi berjualan tanpa adanya perlakuan khusus.

Wali Kota Pagaralam H Ludi Oliansyah menegaskan pembagian lapak melalui mekanisme undian merupakan cara paling adil untuk menghindari kecemburuan sosial di antara para pedagang.

“Jadi ame lapak lah diundi ni, tinggal tuah nasib kamu tulah dapat lapak di nomer berape, jadi dide bie agi rase cemburu sosial antara pedagang A dan pedagang B,” ujar Ludi Oliansyah.

Menurutnya, transparansi dalam proses penempatan lapak menjadi kunci agar seluruh pedagang merasa diperlakukan secara setara sekaligus membangun kepercayaan terhadap kebijakan pemerintah dalam melakukan penataan pasar.

Meski demikian, tantangan berikutnya adalah memastikan aktivitas perdagangan tetap berjalan normal setelah relokasi selesai. Pemerintah berharap perpindahan ke lapak baru tidak berdampak pada penurunan omzet pedagang yang selama ini menggantungkan mata pencaharian dari aktivitas jual beli di Pasar Tradisional Nendagung.

Pemerintah Kota Pagaralam menargetkan kawasan Pasar Tradisional Nendagung menjadi pusat perekonomian rakyat yang lebih tertata.

Setelah seluruh pedagang menempati lapak baru, mereka diharapkan tidak lagi berjualan di badan jalan maupun di luar area yang telah ditetapkan.

Dengan penataan tersebut, pemerintah berharap Pasar Tradisional Nendagung tidak hanya tampil lebih rapi dan nyaman, tetapi juga mampu meningkatkan aktivitas perdagangan serta menjaga keberlangsungan usaha para pedagang sebagai penggerak ekonomi masyarakat Kota Pagaralam.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts