Cegah Kecanduan Gawai Pada Anak, Dosen PLS FKIP Unsri Bekali Orangtua Melalui Literasi Digital

Tim pelaksana PPM Prodi PLS FKIP Unsri berfoto bersama dengan peserta.

Palembang, Sumselupdate.com – Sebanyak empat dosen Program Studi (Prodi) Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sriwijaya (Unsri) menggelar kegiatan Pengabdian Pada Masyarakat (PPM).

Kegiatan PPM yang digelar di salah satu kediaman warga di Jalan Macan Lindungan, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat (IB) I Palembang, Provinsi Sumatera Selatan pada Sabtu (20/11/2020), dalam bentuk penyuluhan dan pembekalan orangtua  melalui Literasi Digital.

Bacaan Lainnya

Pembekalan melalui literasi digital yang disampaikan oleh empat dosen Prodi PLS FKIP Unsri masing-masing Yanti Karmila Nengsih, MPd, Dr Azizah Husin, MPd, Mega Nurrizalia, MPd, dan Vina Amilia Suganda M, MPd, bertujuan untuk mencegah  kecanduan telepon genggam atau gawai pada anak.

Ketua Tim PPM, Yanti Karmila Nengsih, MPd menjelaskan, pelatihan dan pembekalan  ini diikuti 25 peserta terdiri dari orangtua yang memiliki anak mulai dari usia dini sampai usia remaja. Tim pelaksana sendiri terdiri dari dosen dan mahasiswa.

Menurut Yanti, kegiatan pengabdian merupakan upaya untuk mencegah kecanduan gawai terhadap anak sekaligus mendorong orang tua lebih selektif dalam memberikan teknologi kepada anaknya, dalam hal ini gawai atau handphone.

Dikatakannya, literasi digital sendiri merupakan pengetahuan atau kemampuan untuk menggunakan media digital secara bijak, cerdas, dan tepat dalam kehidupan sehari-hari.

Sehingga orang tua dapat membatasi penggunaan gawai pada anak, memperbanyak komunikasi dengan anak, mendampingi anak dalam bermain gawai, dan mengutamakan dunia nyata serta menanamkan prinsip peduli dan tetap melakukan interaksi dengan orang lain.

“Kegiatan ini kita lakukan berangkat dari keresahan yang dirasakan beberapa orangtua, bahwa buah hati mereka terlalu lama berinteraksi dengan gawai. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 sekarang anak-anak belajar secara daring dari rumah dan mengakibatkan anak makin sering menggunakan gawai,” katanya.

Di samping itu, tambah Yanti, kegiatan pelatihan dan pembekalan ini dilakukan salah satu upaya dosen melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengajaran, penelitian, dan PPM.

“Kegiatan pengabdian ini merupakan kegiatan rutin yang setiap tahun dilaksanakan oleh Prodi PLS FKIP Universitas Sriwijaya. Namun memang  pengabdian masyarakat tahun ini menjadi pengabdian yang cukup berbeda dikarenakan dilaksanakan pada saat pandemi Covid-19. Sehingga semua peserta pengabdian tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan hand sanitizer serta menjaga jarak antar peserta lainnya,” ujarnya.

Dalam pelatihan dan pembekalan orangtua  melalui literasi digital, keempat dosen ini menekankan pentingnya orangtua mendampingi anak ketika anak bermain gawai, baik dalam masa mengikuti sekolah daring atau pun di luar keperluan sekolah.

Dalam hal ini orangtua yang tidak terdiri dari ibu saja, tentu peran bapak juga dibutuhkan dalam membimbing dan mendidik anak-anaknya.

Untuk itu tim pengabdian pada masyarakat selain menyampaikan materi secara langsung juga membekali orangtua dengan memberikan pamplet yang berisi informasi tentang literasi digital guna mencegah kecanduan gawai pada anak.

Sehingga orangtua baik ibu maupun bapak bisa melakukan sharing atau bertukar pendapat sesampai di rumah dengan keluarga lainnya, agar bisa berkolaborasi dalam mencegah kecanduan gawai pada anaknya.  (rel)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.