Bobol Rumah Kosong, Pengamen di Wilayah PTC Mall Palembang Ini Tersungkur Dibedil

Kapolsek IT II Palembang Kompol Yuliansyah saat press realese penangkapan Noki Maurice yang melakukan pencurian besi dan keramik di rumah kosong, Senin (3/1/2022).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Niko Maurice (25) seorang pengamen di wilayah PTC mall dan depan Novotel Palembang, hanya bisa meringis kesakitan.

Read More

Ini setelah betis kanannya ditembus timah panas anggota Reskrim Polsek Ilir Timur II Palembang.

Niko terpaksa dibedil petugas lantaran melawan saat hendak ditangkap pada malam tahun baru tepatnya Jumat (31/12/2021).

Niko disergap aparat penegak hukum di kediamannya di Jalan Seduduk Putih, Lorong Sriwijaya, Komplek Arafah Residence, Kelurahan 8 Ilir, Kecamatan Ilir Timur III Palembang, karena melakukan membobol dan melakukan pencurian di rumah kosong yang berada tak jauh dari rumahnya.

Kapolsek IT II Palembang Kompol Yuliansyah menjelaskan pelaku melakukan pencurian bersama tiga rekannya yang kini masuk Daftar Pencarian Orang atau DPO.

“Tersangka kita hadiah timah panas karena melawan saat ditangkap. Tersangka kita amankan karena melakukan pencurian besi dan keramik di rumah kosong,” ungkapnya.

Kapolsek menegaskan tiga rekan pelaku yang kini berstatus DPO, identitasnya telah dikantongi.

“Pelaku ada empat, dan ketiga DPO tengah kita kejar, kami imbau untuk menyerahkan diri,” ungkapnya saat jumpa pers.

Dari tangan tersangka polisi mengamankan barang bukti tiga buah besi yakni pintu pagar, pagar tangga, serta dua box keramik. Akibat ulahnya, Niko Maurice dikenakan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Sementara itu di hadapan polisi, Niko Maurice mengakui pencurian di rumah kosong tersebut sudah yang ke empat kalinya.

Niko mengaku dari hasil curiannya yang pertama mendapatkan keuntungan rupiah Rp300 ribu.

“Itu sudah yang ke empat kali. Di mana yang pertama dapat Rp300 ribu Saat beraksi kami berempat. Saya yang mencongkel dengan kayu,” ungkapnya.

Sementara hasil curiannya yang terakhir ini, menurut Niko, masih disimpan di rumahnya, di mana rencananya hendak dijual kepada orang yang sama dari hasil curian sebelumnya.

“Kami masuk ke dalam rumah itu semuanya (empat orang) saya yang mencongkel dengan kayu, kami angkut curian itu menggunakan gerobak,” ungkapnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.