Biadab, Berdalih Tak Diberi Jatah Istri, Warga Kebumen di Muaraenim Ini Gagahi Anak Tiri

Tersangka Y yang asli warga Kebumen, Jawa Tengah diamankan petugas Polres Muaraenim lantaran menggagahi anak tiri, Kamis (6/5/2021).

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Tindak pidana pemerkosaan anak di bawah umur kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Bacaan Lainnya

Kali ini menimpa seorang anak tiri di bawah umur yang terjadi di Kecamatan Rambang, Kabupaten Muaraenim.

Tersangka berinisial Y (64) yang memperkosa anak tirinya sebut saja Bunga (16).

“Benar kita telah mengamankan, seorang pria berinisal Y (64), seorang pelaku tindak pidana persetubuhan terhadap anak di bawah umur. Di mana korbannya yaitu anak tirinya sendiri yaitu Bunga (16),” ungkap Kapolres Muaraenim AKBP Danny Sianipar melalui Kasat Reskrim Polres Muaraenim AKP Widhi Andika Dharma, Kamis (6/5/2021).

Widhi mengatakan, penangkapan terhadap tersangka ini dilakukan menindaklanjuti adanya laporan ibu korban, di mana anaknya Bunga telah disetubuhi oleh suaminya.

“Terungkapnya kasus ini setelah ibu korban melaporkan kejadian ini ke Unit PPA Polres Muaraenim. Di mana dari keterangannya pelaku pemerkosaan ini saat melakukan aksi bejatnya disertai dengan pengancaman menggunakan pisau. Di mana saat melakukan pengancaman tersangka mengatakan kalau korban tidak mau melayani nafsu birahinya akan akan dibunuh bersama ibunya,” beber Widhi.

Dari keterangan korban, takut atas ancaman itu akhirnya terpaksa secara pasrah melayani ayah tirinya tersebut.

Dari keterangan tersangka, ia sudah dua kali melakukan pemerkosaan tersebut dan dilakukannya di bawah ancaman.

Lebih lanjut Widhi mengungkapkan, tersangka ditangkap tanpa perlawanan dan mengakui semua perbuatannya.

“Tersangka kita tangkap di kediamannya Rabu (5/5) saat kita tangkap pelaku ini tanpa ada perlawanan dan sedang mengarit rumput,” ujar dia.

Ditambahkan Widhi, untuk motif tersangka melakukan pemerkosaan tersebut karena sudah lama ia tidak dilayani dinafkahi batin oleh istrinya.

“Pelaku ini mengaku sudah lama tidak dilayani oleh istri dan ditambah lagi sering melihat pertumbuhan tubuh dari korban semakin besar, akhirnya, timbul lah niat bejatnya untuk melakukan pemerkosaan terhadap korban,” urainya.

Ditegaskan Widhi, untuk tersangka akan dikenakan pasal 81 Undang-Undang Nomor 17 tahun 2016 perubahan kedua undang-undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan hukuman maksimal 15 tahun.

Sementara itu, tersangka Y (64) saat diwawancara berdalih hanya satu kali melakukan pemerkosaan terhadap anaknya di dalam rumah.

“Saya baru satu kali melakukannya Pak. Saya memperkosa anak tiri saya karena nafsu melihat tubuhnya. Kalau untuk yang kedua kalinya saya tidak sempat karena saat saya membuka celana dia menendang saya, hingga ketahuan sama istri saya,” ujar tersangka di hadapan awak media.

Kemudian pelaku dengan tanpa rasa penyesalan mengungkapkan jika korban meminta bertanggung jawab, maka siap.

“Seumpama aku disuruh untuk tanggung jawab, ya aku mau Pak dan aku siap tanggung jawab nikahinya pak. Aku sangat menyesal Pak dan khilaf melakukannya karena istri aku tidak mau melayani aku, dan aku pria perantau asal Kebumen tapi sudah lama menetap di Muaraenim, aku ini seorang petani penyadap karet, dan aku menikah lagi dengan ibu korban karena istri aku sudah meninggal,” pungkasnya. (**)

 

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.