Bayi 9 Bulan di Beijing Terjangkit Virus Corona

Ilustrasi bayi naik kendaraan umum Foto: Shutter Stock

Beijing, Sumselupdate.com – Bayi berusia sembilan bulan di Beijing terinfeksi virus korona bayi itu menjadi pasien novel coronavirus atau 2019-nCoV termuda. Berdasarkan laporan South China Morning Post, ada beberapa rumah sakit rujukan untuk pasien novel coronavirus, termasuk Beijing Ditan Hospital, Beijing Youan Hospital, dan No. 5 Medical Center of PLA General Hospital.

Informasi yang dilaporkan otoritas China ke badan WHO, virus corona telah menewaskan 56 orang hingga, Minggu (26/1). Total sejak dilaporkan pertama kali oleh Sejauh ini, total angka pengidap virus di seluruh dunia mencapai lebih dari 2.000 orang.

Bacaan Lainnya

Di lain pihak, Wali Kota Wuhan, Zhou Xianwang, mewanti-wanti kemungkinan jumlah pasien di daerah pimpinannya bakal bertambah 1.000 lebih banyak. Sejauh ini, ada 3.000 pasien suspect coronavirus di Wuhan.

Dilansir kumparna, Xianwang mengatakan 5 juta orang telah meninggalkan Wuhan sebelum larangan pergi keluar kota diberlakukan pemerintah. Kini, sebanyak 9 juta orang menjalani karantina di dalam kota.

Isolasi kota Wuhan sudah berjalan empat hari. Warga dilarang keluar-masuk, dengan sarana transportasi kota itu juga dihentikan. Selain itu, Departemen Wisata dan Budaya Wuhan juga membatalkan seluruh perjalanan wisata ke Wuhan hingga 8 Februari mendatang.

Penutupan akses masuk dan keluar Wuhan ini memang menjadi salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus kian meluas. Mengingat dari hari ke hari, laporan kasus terkait virus corona novel saling susul menyusul dari berbagai negara, mulai dari Thailand, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Singapura, Malaysia, hingga Amerika Serikat.

Terakhir, giliran Kanada melaporkan seorang warganya diduga terjangkit virus corona. Pasien merupakan laki-laki berusia 50-an tahun yang baru saja mengunjungi Wuhan, pusat wabah virus corona. Sehari setelah sampai di Toronto, ia dirawat di rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan.

Meski kondisinya stabil, pemerintah Kanada tetap menunggu hasil laboratorium. Pihak berwenang di sana juga tengah menyelidiki riwayat kontak pasien dengan orang lain sejak tiba di Toronto. Sementara anggota keluarga pasien sudah dikarantina. (rns)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.