Baturaja,Sumselupdate.com – Kasus kaburnya narapadina di Rutan Sialang Bungkuk, Pekanbaru, Provinsi Riau diharapkan tak terjadi di Rutan Baturaja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).
Kalapas Rutan Baturaja Herdianto saat dihubungi Sumselupdate.com, Minggu (7/5/2017), mengatakan, ada cara tersendiri dalam mengatasi berbagai masalah pelik di setiap rutan termasuk Rutan Baturaja.
Upaya itu kata Herdianto, dengan melakukan pendekatan secara kekeluargaan serta memberikan arahan kepada narapidana dan tahanan agar mematuhi peraturan yang ada.
Ini lakukan pihaknya setiap kesempatan di tengah over kapasitas yang dihadapi Rutan Baturaja saat ini.
Selain itu pihaknya juga mengarahkan setiap napi untuk melakukan hal positif di lingkungan rutan, seperti pengajian, kegiatan seni dan lainnya sehingga bisa mengakrabkan antar para napi serta petugas.
Bentuk apreasiasi yang diterima napi jika mematuhi semua peraturan tersebut, bisa mendapatkan pembebasan bersyarat, cuti bersyarat serta remisi. Namun sebaliknya apabila melanggar, para napi tidak akan diberikan penghargaan itu.
“Yang akan rugi mereka sendiri kalau tidak mentaati peraturan, Alhamdulillah sejauh ini berjalan efektif walau masih banyak kekurangan yang kami hadapi,” terang Herdianto.
Tak hanya terhadap warga binaan, Herdianto juga mengaku, penerapan disiplin juga dilakukan terhadap petugas dan menjalankan tugas sesuai dengan fungsinya.
“Petugas tidak boleh bersikap arogan terhadap warga binaan. Saya tekankan selalu terhadap bawahan saya jika masih ada maka akan saya tindak langsung,” tegas Herdianto.
Saat ini rutan Baturaja sendiri mengalami over kapasitas mencapai 456 tahanan dari kapasitas 226.
“Sebanyak 70 persen kasus narkoba, yang jaga hanya 4 orang setiap ship-nya,” terangnya. (wid)











