Jembatan P6 Lalan Tak Kunjung Tersambung, Herman Deru Beri Target Baru hingga Maret 2027

Writer: - Senin, 7 September 2026
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru meninjau langsung progres revitalisasi Jembatan P6 Lalan di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Minggu (6/9/2026). Herman Deru meminta Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor memenuhi target penyelesaian jembatan yang ditargetkan mulai dapat dilintasi pada akhir Februari atau awal Maret 2027. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Sekayu, Sumselupdate.com – Revitalisasi Jembatan P6 Lalan di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kembali mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru.

Orang nomor satu di Sumsel itu turun langsung meninjau progres pembangunan jembatan yang menjadi salah satu akses penting bagi masyarakat Kecamatan Lalan, Minggu (6/9/2026).

Read More

Dalam kunjungan tersebut, Herman Deru tidak hanya melihat kondisi fisik pembangunan jembatan, tetapi juga berdiskusi bersama instansi terkait, Asosiasi P6 Lalan (Asosiasi Pengguna Jalur Sungai Lalan), kontraktor pelaksana, serta masyarakat.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah kendala yang membuat target penyelesaian revitalisasi Jembatan P6 Lalan kembali mengalami keterlambatan.

Sebelumnya, pekerjaan jembatan ditargetkan dapat diselesaikan pada akhir 2025. Namun, hingga September 2026, jembatan tersebut belum juga tersambung.

Kondisi terkini Jembatan P6 Lalan di Kecamatan Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, yang hingga September 2026 belum tersambung. Revitalisasi jembatan ditargetkan dapat dilintasi kendaraan roda dua pada akhir Februari atau awal Maret 2027. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Herman Deru meminta seluruh pihak yang terlibat, terutama Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor, menjalankan komitmen yang telah disampaikan kepada pemerintah dan masyarakat.

“Saya minta Asosiasi P6 selaku pengguna dan kontraktor ini, ayo kita pakai hati untuk menyelesaikan ini. Kalau saya mau menggunakan kewenangan, sebenarnya saya lebih bisa. Tapi ayo selesaikan ini. Ada anak sekolah yang menunggu jembatan ini selesai, ada pedagang dan petani yang terganggu,” tegas Herman Deru.

Menurut Herman Deru, pemerintah sebelumnya telah memberikan ruang kepada Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor untuk menentukan metode serta tahapan pekerjaan sesuai kesepakatan.

Bahkan, pemerintah daerah telah beberapa kali mengakomodasi keinginan pengguna jalur sungai maupun skema teknis yang disampaikan pihak kontraktor.

Herman Deru mengungkapkan, dirinya pernah memfasilitasi rapat di Kantor Gubernur Sumsel terkait penyelesaian Jembatan P6 Lalan.

Dalam rapat tersebut, sempat disampaikan bahwa penyambungan kerangka jembatan akan dilakukan pada Agustus. Namun, rencana tersebut menghadapi kendala setelah muncul keberatan dari pengguna jalur sungai karena pengerjaan menggunakan metode tertentu dinilai dapat mengganggu aktivitas tongkang.

Pemerintah kemudian kembali memberikan ruang untuk penyesuaian metode pekerjaan. Target penyelesaian juga sempat kembali ditetapkan pada Desember.

Namun, target tersebut kembali mengalami kemunduran hingga lebih dari satu tahun.

Kini, Asosiasi P6 Lalan bersama kontraktor kembali menyampaikan target terbaru penyelesaian revitalisasi jembatan.

Ubah metode pemasangan

Perwakilan kontraktor, Bagus, menjelaskan bahwa metode pemasangan rangka jembatan akan diubah dari sebelumnya menggunakan steger menjadi metode pilon.

Perubahan tersebut dilakukan untuk mengurangi risiko benturan antara struktur penyangga sementara dengan tongkang yang melintas di Sungai Lalan.

Metode pilon akan memanfaatkan tiang menara utama atau pilon untuk menopang bentang jembatan. Dengan skema tersebut, kebutuhan penggunaan steger atau penyangga sementara yang masuk ke alur pelayaran dapat diminimalkan.

Menurut Bagus, perubahan metode tersebut membuat kontraktor membutuhkan waktu tambahan untuk melakukan persiapan teknis.

Meski demikian, pihak kontraktor menargetkan pekerjaan pemasangan rangka dengan metode pilon sudah mulai dilakukan pada pertengahan Desember 2026.

Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor kemudian menargetkan rangka Jembatan P6 Lalan dapat tersambung paling lambat akhir Januari 2027.

Setelah rangka tersambung, pekerjaan dilanjutkan dengan pengecoran yang diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu hingga satu setengah bulan.

Dengan tahapan tersebut, jembatan ditargetkan mulai dapat dilintasi kendaraan roda dua paling lambat akhir Februari atau awal Maret 2027.

Ketua Asosiasi P6 Lalan, Humala, membenarkan target tersebut.

“Setelah itu kita baru bisa cor. Ini memakan waktu sekitar satu sampai satu setengah bulan, jadi kemungkinan bisa dilintasi akhir Februari atau awal Maret 2027,” jelasnya.

Minta jadwal pekerjaan dipasang di lokasi

Herman Deru menyambut target baru tersebut, namun meminta agar komitmen kali ini benar-benar direalisasikan dan tidak kembali mengalami keterlambatan.

Untuk memastikan masyarakat dapat memantau perkembangan pekerjaan, Herman Deru meminta Camat Lalan memasang papan jadwal pekerjaan di sekitar lokasi jembatan.

Papan tersebut harus memuat tahapan pekerjaan dan target waktu penyelesaiannya.

“Saya minta paling lambat seminggu papan jadwal itu dipasang di dekat jembatan. Agar masyarakat tahu kapan rangka tersambung, kapan mulai dicor, dan kapan selesai sesuai yang dijanjikan hari ini di hadapan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Herman Deru, keberadaan papan jadwal tersebut penting agar masyarakat dapat mengetahui secara terbuka komitmen Asosiasi P6 Lalan dan kontraktor.

Selain itu, masyarakat juga dapat melihat secara langsung perkembangan pekerjaan hingga jembatan nantinya bisa kembali digunakan.

“Dan tentu agar masyarakat tahu bahwa pemerintah sudah hadir dan berkomitmen mendorong penyelesaian revitalisasi ini,” ujarnya.

Akses vital masyarakat Lalan

Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen mengapresiasi langkah Herman Deru yang turun langsung melihat kondisi pembangunan Jembatan P6 Lalan.

Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi aktivitas masyarakat Lalan, termasuk akses menuju sekolah, perkebunan, serta kegiatan ekonomi sehari-hari.

“Mudah-mudahan kedatangan Pak Gubernur dapat mempercepat progres revitalisasi pembangunan Jembatan Lalan. Ini bentuk kecintaan beliau kepada masyarakat Muba, khususnya Lalan,” jelasnya.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan Karang Taruna Kecamatan Lalan, Farid.

Ia menilai perhatian Herman Deru terhadap persoalan Jembatan P6 Lalan telah ditunjukkan sejak terjadinya kecelakaan tongkang sekitar dua tahun lalu.

Menurut Farid, meski saat itu Herman Deru tidak sedang menjabat sebagai gubernur, dirinya menjadi salah satu tokoh yang datang menemui korban dan keluarga korban.

Untuk membantu agar aktivitas masyarakat, khususnya anak-anak sekolah, tetap berjalan, Herman Deru juga disebut secara pribadi menyediakan tongkang untuk penyeberangan.

Kini, masyarakat Lalan kembali berharap target terbaru revitalisasi Jembatan P6 Lalan benar-benar dapat direalisasikan sehingga akses transportasi dan aktivitas perekonomian warga dapat kembali normal.

Dalam peninjauan tersebut, Herman Deru didampingi Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumsel Musni Wijaya, M.Si., Kepala Dinas PUBM Provinsi Sumsel Ir. Affandi, Wakil Bupati Muba Abdur Rohman Husen, serta sejumlah unsur Forkopimda Provinsi Sumsel dan Kabupaten Muba.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts