Dies Natalis ke-44, Polsri Perkuat Transformasi Green Campus dan Siapkan Magister Otomasi-AI

Writer: - Selasa, 1 September 2026
Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Ir. Irawan Rusnadi, M.T. bersama jajaran pimpinan Polsri dan perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat menghadiri rangkaian Dies Natalis ke-44 Polsri di Graha Polsri, Palembang, Selasa (1/9/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Fitria NIngsih)

Palembang, Sumselupdate.com –  Memasuki usia ke-44 tahun, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) terus memperkuat transformasi sebagai perguruan tinggi vokasi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

Momentum Dies Natalis ke-44 yang diperingati pada 20 September 2026 tersebut mengusung tema “Green Campus, Bright Future”. Tema ini menjadi penegasan komitmen Polsri membangun kampus berkelanjutan sekaligus menyiapkan lulusan yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

Read More

Direktur Polsri, Ir. Irawan Rusnadi, M.T., mengatakan perjalanan 44 tahun Polsri bukan sekadar pertambahan usia, tetapi merupakan rekam jejak panjang pengabdian, karya, serta kontribusi dalam mencetak sumber daya manusia berkualitas.

“Empat puluh empat tahun bukan sekadar angka. Ini adalah jejak perjalanan, kumpulan pengabdian, ribuan karya, puluhan ribu lulusan, dan jutaan harapan yang telah dititipkan kepada Politeknik Negeri Sriwijaya,” ujar Irawan saat memberikan sambutan dalam acara Dies Natalis ke-44 Polsri di Graha Polsri, Selasa (1/9/2026).

Memasuki usia ke-44, Polsri terus meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta memperluas kerja sama strategis, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) Ir. Irawan Rusnadi, M.T. bersama jajaran pimpinan Polsri dan perwakilan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan saat menghadiri rangkaian Dies Natalis ke-44 Polsri di Graha Polsri, Palembang, Selasa (1/9/2026). (Foto; Sumselupdate.com/Fitria NIngsih)

Saat ini, Polsri memiliki 11.995 mahasiswa aktif yang tersebar pada 10 jurusan dan 38 program studi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.471 mahasiswa merupakan peserta program Diploma III (D3), 6.494 mahasiswa program Diploma IV (D4), dan 30 mahasiswa program magister.

Untuk meningkatkan daya saing lulusan, Polsri juga memperkuat pembelajaran berbasis teaching factory yang mengadopsi pola kerja dan lingkungan industri ke dalam proses pendidikan.

Kerja sama internasional turut diperluas, khususnya dengan perguruan tinggi di Tiongkok dan Taiwan. Sepanjang 2026, sebanyak 57 mahasiswa Polsri tercatat mengikuti program magang di kedua negara tersebut.

Tidak hanya memberikan pengalaman internasional, program joint degree yang dikembangkan Polsri juga mulai menunjukkan hasil. Sejumlah lulusan bahkan langsung mendapatkan kesempatan bekerja di perusahaan luar negeri.

Di bidang penelitian, kinerja dosen Polsri juga menunjukkan peningkatan. Sebanyak 32 judul penelitian berhasil memperoleh hibah kompetitif eksternal dengan total pendanaan mencapai Rp5,27 miliar.

Nilai pendanaan tersebut meningkat 15,09 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Polsri juga mendorong pengembangan riset yang berkaitan dengan lingkungan dan energi terbarukan sebagai bagian dari penerapan konsep green campus di lingkungan perguruan tinggi.

Dari sisi mutu pendidikan, lebih dari separuh program studi di Polsri atau mencapai 52,6 persen telah memperoleh status akreditasi Unggul.

Meski berbagai capaian telah diraih, Irawan mengakui Polsri masih menghadapi sejumlah tantangan dalam proses transformasi.

Tantangan tersebut antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, percepatan transformasi digital, penguatan budaya kerja, penerapan Outcome Based Education (OBE), serta perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

Sebagai bagian dari respons terhadap perkembangan teknologi tersebut, Polsri tengah mengusulkan pembukaan Program Studi Magister Terapan Otomasi dan AI yang akan berada di bawah Jurusan Teknik Elektro.

Menurut Irawan, transformasi perguruan tinggi tidak cukup hanya dilakukan melalui perubahan sistem maupun pemanfaatan teknologi.

“Transformasi tidak cukup hanya melalui perubahan sistem dan teknologi. Yang paling penting adalah transformasi budaya kerja, bekerja dengan integritas, bergerak cepat, berkolaborasi, berorientasi pada hasil, dan terus melakukan perbaikan,” tegasnya.

Ke depan, Polsri akan memfokuskan pengembangan institusi pada penguatan pembelajaran berbasis industri, percepatan transformasi digital, pengembangan riset terapan, perluasan kemitraan strategis, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pembangunan sarana dan prasarana yang ramah lingkungan.

Melalui tema “Green Campus, Bright Future”, Polsri ingin menjadikan lingkungan kampus bukan hanya sebagai tempat pembelajaran, tetapi juga sebagai ruang yang mendorong inovasi, keberlanjutan, dan kesiapan menghadapi perubahan teknologi.

Dengan transformasi tersebut, Polsri menargetkan lahirnya lulusan vokasi yang kompeten, adaptif, berkarakter, serta mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts