Jepang Kembali Buang Limbah Nuklir Fukushima ke Laut, 7.888 Ton Air Mengandung 1,3 Triliun Becquerel Tritium

Writer: - Selasa, 18 Agustus 2026
Foto yang diabadikan pada 6 Maret 2023 ini menunjukkan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi di Futabacho, Futabagun, Prefektur Fukushima, Jepang. (Xinhua/Zhang Xiaoyu)

Tokyo, Sumselupdate.com – Jepang kembali menyelesaikan pembuangan air limbah terkontaminasi nuklir dari Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Fukushima Daiichi ke laut. Dalam putaran ke-22, sebanyak 7.888 ton air limbah dibuang ke laut hingga Senin (17/8) sore waktu setempat.

Operator PLTN Fukushima Daiichi, Tokyo Electric Power Company Holdings (TEPCO), mengatakan pembuangan terbaru tersebut mengandung sekitar 1,3 triliun becquerel tritium radioaktif.

Read More

Pelepasan air limbah tersebut dimulai pada 30 Juli 2026. Putaran ini menjadi pembuangan keempat yang dilakukan Jepang sepanjang tahun fiskal 2026.

Dengan selesainya putaran ke-22, total air limbah terkontaminasi nuklir yang telah dibuang dari PLTN Fukushima Daiichi ke laut sejak kebijakan tersebut dimulai pada 2023 mencapai sekitar 173.000 ton.

Jepang mulai membuang air limbah terkontaminasi nuklir Fukushima ke laut pada Agustus 2023. Kebijakan tersebut dilakukan secara bertahap dan hingga kini terus mendapat perhatian serta penentangan dari sejumlah pihak di komunitas internasional.

Air yang dibuang merupakan air yang digunakan dalam proses pendinginan reaktor PLTN Fukushima Daiichi yang mengalami kerusakan parah akibat gempa bumi dan tsunami pada 2011.

TEPCO menyatakan air tersebut telah melalui proses pengolahan untuk mengurangi sebagian besar zat radioaktif sebelum dilepaskan ke laut. Namun, tritium tetap terkandung di dalam air karena sulit dipisahkan dengan teknologi pengolahan yang digunakan.

Pembuangan tersebut dilakukan secara bertahap dengan jumlah tertentu pada setiap putaran. Jepang menyatakan pelepasan air dilakukan sesuai standar keselamatan yang ditetapkan.

Meski demikian, rencana tersebut sejak awal memicu kekhawatiran dari sejumlah negara dan kelompok masyarakat, terutama terkait potensi dampaknya terhadap lingkungan laut dan hasil perikanan.

Hingga putaran ke-22 selesai, Jepang telah membuang sekitar 173.000 ton air limbah terkontaminasi nuklir Fukushima ke laut sejak Agustus 2023.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts