Kabut Asap Masih Selimuti Palembang Sore Ini, Kualitas Udara di 4 Wilayah Sangat Tidak Sehat

Writer: - Jumat, 2 Oktober 2026
Kualitas udara Kota Palembang, Jumat (2/10/2026) sore, masih berada di zona merah dengan kategori sangat tidak sehat. Warga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Palembang, Sumselupdate.com — Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti Kota Palembang, Jumat (2/10/2026) sore.

Berdasarkan pemantauan aplikasi IQAir pada pukul 16.00 WIB, kualitas udara di sejumlah wilayah Palembang masih berada pada kategori sangat tidak sehat.

Read More

Empat wilayah yang terpantau memiliki angka kualitas udara tinggi yakni Sukarami dengan indeks 231, Musi Dua Palembang 288, Demang 213, dan GP Plm 218.

Dari data tersebut, wilayah Musi Dua Palembang mencatat angka tertinggi dibandingkan tiga titik pemantauan lainnya.

Meski angka kualitas udara mengalami penurunan dibandingkan kondisi pada pagi hari, tingkat pencemaran masih perlu menjadi perhatian masyarakat.

Kondisi tersebut terutama perlu diwaspadai oleh kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, serta masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara.

Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

Masyarakat Palembang diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kualitas udara masih berada pada level tinggi.

Warga juga dianjurkan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah sebagai salah satu langkah perlindungan dari paparan partikulat akibat kabut asap.

Wandayantolis mengatakan kondisi kualitas udara Palembang masih perlu menjadi perhatian masyarakat, meskipun terjadi penurunan angka dibandingkan pagi hari.

“Meski terjadi penurunan pada pagi hari, angka tersebut masih menunjukkan konsentrasi partikulat yang sangat tinggi,” katanya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan kualitas udara dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi lingkungan.

“Kondisi kualitas udara masih perlu menjadi perhatian, terutama bagi kelompok masyarakat yang sensitif terhadap pencemaran udara. Masyarakat dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk dan selalu menggunakan masker,” jelasnya.

Anak Sekolah Perlu Mendapat Perhatian

Dengan kondisi kualitas udara yang masih sangat tidak sehat, aktivitas belajar mengajar di sekolah juga menjadi perhatian.

Kepala sekolah tingkat TK, SD, dan SMP di Kota Palembang diminta mempertimbangkan kondisi kualitas udara dalam menentukan aktivitas peserta didik, terutama kegiatan di luar ruangan.

Jika kondisi udara kembali memburuk, perlindungan terhadap anak-anak perlu menjadi prioritas. Penyesuaian kegiatan belajar dapat dikoordinasikan dengan pemerintah daerah, orang tua, dan komite sekolah sesuai kebijakan yang berlaku.

Masyarakat juga diminta terus memantau informasi resmi mengenai kualitas udara dan perkembangan kabut asap di Palembang.

Kondisi udara dapat berubah dalam waktu singkat bergantung pada arah angin, sumber karhutla, kondisi atmosfer, serta kemungkinan turunnya hujan.

Karena itu, warga diimbau tidak hanya mengandalkan kondisi jarak pandang secara visual, tetapi juga memperhatikan informasi kualitas udara dari sumber pemantauan yang tersedia.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts