Palembang, Sumselupdate.com – NA istri dari oknum karyawan PDAM Tirta Musi yang diduga melakukan penelantaran anak kembali memeberikan fakta baru setelah sebelumnya melaporkan ke Polda Sumsel.
NA kembali menemui penyidik Subidt PPA Renakta Ditreskrimum Polda Sumsel guna memberikan BAP tambahan.
Hal itu berkaitan, dengan kini NA juga di rongrong oleh kolester setelah rumah mewah yang mereka beli saat bersama kini justru menunggak.
Bukan tanpa alasan, Dr Conie Pania Putri penasihat hukum NA menjelaskan permasalahan rumah yang menunggak itu juga berkaitan dengan proses gugatan cerai di Pengadilan Agama Palembang.
Sebab, kata Conie fakta tersebut kontradiktof dengan pengakuan DA yang disebut berdalih membatasi nafkah untuk anaknya itu lantaran juga harus membayar angsuran rumah.
Baca juga : Istri Laporkan Oknum Karyawan Perumda Tirta Musi Palembang atas Dugaan Penelantaran Anak
”Tapi faktanya rumah klien kami sekarang kondisinya menunggak 7 bulan, dan untuk diketahui juga DP rumah tersebut juga setelah klien kami menjual mobil pribadinya, tapi rumah tersebut atas nama terlapor,” ucap dia.
Hal inilah yang disebut Conie fakta baru yang diberikan ke peyidik PPA Ditreskrimum Polda Sumsel.
Selain itu pihaknya juga memberikan bukti rekening koran milik NA terkait dengan tunggakan kredit rumah yang disebut dibeli atas kesepakatan bersama.
Baca juga : Dilaporkan Dugaan Intervensi Penyidik Atas Kasus KDRT Anaknya, Ini Menurut AKP S
NA juga menambahkan demi mendapatkan rumah tersebut dia terpaksa menjual mobil miliknya demi membayar DP yang nilainya sejumlah Rp300 juta.
”Rumah tersebut cukup mahal dan saya berusaha untuk memperjuangkan keutuhan rumah tangga saya. Saya berusaha dan ikut membantu agar uang angsuran perbulan tidak terlalu besar nominalnya,” ungkap dia.
NA mengungkapkan Ketika berpisah sempat mengangsur rumah tersebut selama 2 bulan, akan tetapi dipersulit lantaran mantan suaminya itu mengganti nomor rekening.
”Akhirnya kami dapat laporan dari bank
Sudah menunggak 7 bulan dan segera akan dilelang,” tegasnya.
Terpisah DA yang dikonfirmasi belum memberikan respon terkait dirinya dilaporkan atas perekara tersebut. (**)











