Warga Talang Surabaya Krisis Air, Diduga Akibat Aktivitas Perusahaan Air Mineral Dempo Tirta

Writer: - Kamis, 17 Juli 2025
Air sumur milik warga Talang Surabaya Kota Pagaralam mengalami kekeringan sumur diduga akibat aktivitas produksi air mineral oleh PT Dempo Tirta. Warga minta pemerintah kaji ulang izin lingkungan perusahaan. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Pagaralam, Sumselupdate.com – Warga Talang Surabaya, Kota Pagaralam, Provinsi Sumsel tengah menghadapi krisis air bersih. Ini diduga kuat dipicu oleh aktivitas produksi perusahaan air mineral Dempo Tirta.

Sejak beberapa bulan terakhir, sedikitnya 40 warga melaporkan kekeringan pada sumur-sumur mereka, yang sebelumnya tidak pernah mengalami masalah serupa.

Read More

Syahrul Effendi, tokoh masyarakat setempat sekaligus warga terdampak, menyatakan kekecewaannya terhadap kondisi ini.

Ia menilai aktivitas perusahaan yang berlokasi tak jauh dari permukiman telah berdampak langsung pada sumber mata air warga.

“Kami sangat dirugikan. Dulu sebelum perusahaan ini berdiri, sumur kami tidak pernah kering. Sekarang untuk mandi, mencuci, dan kebutuhan MCK saja sudah sangat sulit,” keluh Syahrul saat diwawancarai, Kamis (17/7/2025).

Lebih lanjut, Syahrul meminta Pemerintah Kota Pagaralam segera turun tangan, mengevaluasi ulang izin dan studi kelayakan lingkungan milik perusahaan tersebut.

“Kami berharap pihak-pihak terkait datang langsung ke lapangan. Jangan hanya menilai aset perusahaan, tapi juga dampaknya ke lingkungan dan kehidupan warga, termasuk limbah dan ketersediaan air tanah,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga saat ini belum pernah ada sosialisasi atau permintaan persetujuan dari warga terkait izin lingkungan.

“Saya pribadi sebagai warga yang tinggal dekat perusahaan tidak pernah diajak bicara soal izin lingkungan. Tolong ini dicek lagi,” tandasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pemilik perusahaan Dempo Tirta berinisial AS menyatakan akan segera menanggapi keluhan warga.

“Besok pagi kami siap menerima masukan dari masyarakat. Kami terbuka dan berusaha menanggapi keluhan ini secepat mungkin,” ungkapnya.

Berikut daftar warga yang terdampak kekeringan akibat aktivitas perusahaan tersebut: Ariansyah, Ariyakup, Subari, Suprianto, Kasnadi, Mukmin, Karyak, Abdul Edi, Syahrul, Wandik, Yadi, Koko, Kartak, Sumadio, Mukrom, Damsiri, Indro, Joniansyah/Yus, Harianto/Teti, Tahmid.

Kemudian, Rohani, Yadi/Ngadiman, Tono, Pirlis, Ningsih/Bujang, Ponidi, Joni Alamsyah, Sukenni, Apresal, Nopa, Juwadi, Dedi Degol, Wawan, Hartoni, Midi, Pansa, Yuntak, Indran, dan Ali.

Warga berharap agar persoalan ini segera ditindaklanjuti oleh pihak pemerintah maupun instansi terkait, demi menghindari dampak lebih luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts