Kasus Dugaan Malpraktik Terhadap Bocah SMP di Palembang Nyaris Buta, Oknum Bidan Bakal Tersangka?

Writer: - Senin, 19 Agustus 2024
Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto SIK

Palembang, sumselupdate.com – Hingga saat ini tim dari Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumsel telah mengambil keterangan terhadap 10 orang saksi dimana dua diantaranya adalah saksi ahli kesehatan, Selasa (19/08/2024).

Hal itu terkait pelaporan ibu korban Berlian (13) yang kini nyaris alami kebutuhan setelah mengkonsumsi obat yang diberikan bidan Ag (35) sebagai terlapor.

Read More

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Sunarto SIK menyebut delapan saksi yang telah diperiksa diantaranya pelapor (ibu korban), dokter Sp kulit RS. Myria, dokter Sp mata RSUP, dokter Sp mata RS Myria, dokter Sp anak RS Myria,

“Penyidik juga telah memeriksa sekretaris Ikatan Bidan Cabang Palembang, pendamping korban saat berobat, termasuk keterangan terlapor,” ucap dia.

Lalu saksi ahli yang telah diambil keterangannya yakni Dr. Arrie Budiharti, SH, M.Hum sebagai saksi ahli piddana kesehatan dari Universitas Jambi dan Siti Romlah, SKM, MKM, CPHM sebagai aksi ahli dari Konsil Kebidanan Indonesia.

Baca juga : Mediasi Kasus Dugaan Malpraktik Pelajar SMP di Palembang Gagal, Orangtua Korban Tolak Uang Ganti Rugi Rp15 juta

Termasuk penyidik juga telah melakukan pengecekan di lokasi praktik terlapor dijalan Suka Karya Kelurahan Sukarami kota Palembang.

“Ternyata sudah berlangsung praktik sejak tahun 2020 selain itu hasil pengecekan tidak memiliki izin praktek,”ucapnya.

Kekinian penyidik juga telah mengamankan barang bukti berupa plang nama Praktik Bidan AG, serta sampel obat diantaranya Ceterizin, Amoxilin, Tera F, Ranitidine, Samtacid dan Vit C.

“Tim berkoordinasi dengan pihak JPU serta berkoordinasi dengan Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) Jakarta untuk permintaan Rekomendasi penyelidikan,” tegas Sunarto.

Baca juga : Oknum Bidan AG Buka Suara Terkait Kronologis Pelajar SMP Nyaris Buta

Katanya penyidik juga tengah mempersiapkan gelar perkara kasus tersebut.

Sebelumnya, Kondisi terkini dari Berlian (13) seorang pelajar SMP di Sukarami Palembang yang diduga menjadi korban malapraktik dari oknum bidan, yang menyebarkan kedua matanya nyaris terlepas dan sekujur tubuh muncul ruam hingga kini belum dapat melihat.

Bagaimana tidak, Berlian (13) saat ini hanya mendapatkan perawatan berupa obat tetes mata dan salep untuk kulitnya yang mengalami ruam merah.

Padahal menurut ibunya, Nila Sari (43) kedua bola mata anaknya tersebut alami kerusakan serius terlebih anaknya ini juga membutuhkan donor kornea mata akibat kerusakan yang terjadi.

“Sebetulnya saya tidak minta apa-apanya hanya ingin supaya kondisi anak saya bisa kembali normal. Saya disini hanya meminta pertanggungjawaban, tolong difikirkan nasib dan masa depan anak saya jika kondisinya dibiarkan seperti ini,” ucap Nila dengan Mata berkaca kaca lantaran tak kuasa membayangkan nasib anaknya jika tak mendapatkan tindakan perawatan yang serius, Sabtu (10/08).

Untuk itu, diapun memohon agar Kapolda Sumsel, Irjen Pol A Rachmad Wibowo,SIK dapat memperhatikan kasus pelaporan yang dibuatnya ke Polda Sumsel.

“Saya mohon Pak Kapolda, tolong diusut tuntas dan mohon bantuannya perhatikan juga nasib anak kami. Saat ini bola matanya nyaris copot akibat bengkak usai meminum obat-obatan dari Bu Bidan,” pinta Nila yang tak kuasa menahan isak tangisnya.

Ratapan Nila sepertinya wajar, mengingat saat ini dia sebagai single parent (orang tua tunggal-red). Dengan kerja serabutan, wanita asal Lubuklinggau yang sudah berpisah sejak beberapa tahun silam dengan suaminya ini harus menghidupi ketiga putra putrinya itu.

“Saya disini ngontrak tidak punya rumah, kerja juga serabutan. Saya dengar kalau mau donor kornea minimal dibutuhkan uang tak kurang dari Rp300 juta. Darimana yang sebanyak itu, pak saya bingung juga, sementara sampai saat ini pasca operasi anak saya juga harus bolak-balik untuk rawat jalan,” keluhnya seraya menghela nafas panjang. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts