Benarkah MSG Alias Micin Buruk Untuk Tubuh?, Begini Faktanya

Writer: - Senin, 19 Agustus 2024
MSG alias Micin.

Palembang, sumselupdate.com – Hingga kini tentunya masih sering mendengar MSG alias Micin dikaitkan dengan dampak buruk terhadap tubuh bagi yang mengkonsumsinya.

Lalu benarkah MSG yang biasanya digunakan sebagai penyedap rasa pada olahan makanan makanan asin ini buruk untuk kesehatan. Sebelum mengetahui lebih lanjut dampak dari penggunaan micin, setidaknya kita perlu tahu terlebih dulu apa itu MSG.

MSG sendiri merupakan singkatan dari Monosodium Glutamat merupakan kandungan Zat Aditif atau tambahan untuk menyedapkan makanan.

MSG ini terdiri dari garam natrium dan asam glutamat yang sebenarnya ada di dalam tubuh kita yang berfungsi untuk memberikan rasa asin gurih yang sering disebut sebagai umami.

Monosodium Glutamat ini juga dapat ditemukan dalam kandungan makanan seperti keju tomat maupun rumput laut. dr Anandika Pawitri Medical editor SehatQ menyebut MSG sebagai penyedap makanan dalam jumlah yang sewajarnya dapat berfungsi untuk mengurangi penggunaan garam yang berlebihan.

“MSG kemudian juga bisa berfungsi untuk mengingkatkan produksi dari air liur dalam mulut sehingga dapat membersihkan sisa-sisa makanan serta bakteri yang masih ada setelah makan,” ucapnya.

Baca juga : Buka Webinar Tapak Songket, Pj Gubernur Sumsel Ingatkan Orang Tua Mendidik Anak Secara Optimal

Fakta lainnya MSG juga dapat meningkatkan nafsu makan dengan cara meningkatkan hormon yang mengatur dari nafsu makan.

“Sebenarnya telah dibuktikan bahwa MSG Ini aman untuk dikonsumsi siapapun termasuk untuk dikonsumsi oleh anak-anak,” tambah dia.

Kata dr. Anandika dulu memang santer terdengar mengenai yang namanya Chinese Restaurant syndrom itu adalah ketika banyak makan makanan Chinese food yang dulu di rasakan banyak menggunakan vetsin. Kemudian muncul rasa seperti kebas di lidah atau di leher kemudian rasa pusing ataupun
rasa mual.

“Namun saat nih hipersensitifitas terhadap MSG ini dikelompokkan kedalam gejala Kompleks MSG seperti pusing kemudian sakit kepala mual diare dan beberapa gejala lainnya walaupun gejala ini sebenernya ringan dan bisa hilang dengan sendirinya biasanya gejala-gejala ini muncul ketika mengkonsumsi MSG lebih dari tiga gram,” jelasnya.

Baca juga : Resmikan Pasar Ramadhan, Sekda Muaraenim Ingatkan Pedagang Tidak Gunakan Zat Berbahaya

“Memang sampai saat ini para peneliti belum menemukan hubungannya apakah gejala-gejala ini memang benar-benar disebabkan oleh reaksi MSG ini,” tambahnya.

Terdapat beberapa kontroversi masalah kesehatan yang dihubungkan dengan penggunaan MSG.

Beberapa diantaranya adalah obesitas dan tekanan darah tinggi tapi apakah benar demikian.

“Mungkin secara tidak langsung bisa karena MSG kan tadi fungsinya adalah meningkatkan nafsu makan jadi makanya banyak timbul masalah kesehatan lain seperti obesitas maupun tekanan
darah tinggi yang ditimbulkan akibat makan yang banyak tersebut,”

Namun kata dr Anindika, MSG secara langsung itu tidak ada hubungannya dengan bejalan tersebut. Lalu yang paling sering pula kita dengar bahwa MSG dapat menyebabkan otak jadi bodoh atau adanya kerusakan otak.

Kemudian masalah kesehatan lain yang juga disebutkan adalah asma ataupun kanker.

“Hal ini tidak dapat dibuktikan karena pada manusia terutama karena penelitiannya itu adalah pada tikus,”ucap dia.

Pada intinya kata dr Anandika MSG sebagai penyedap makanan boleh asal tidak berlebihan dengan sekitar 4-6 Gram per hari yang dikonversikan adalah satu sendok teh. dr Anindika menyebut penggunaan MSG tidak boleh berlebihan sebab sebenarnya dari bahan-bahan makanan seperti daging sayur keju dan yang lainnya sudah ada asam glutamat. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts