Laporan : Diaz Erlangga
Palembang,Sumselupdate.com – Sungguh nahas nasib ke empat bersaudara ini, AF (21),DD (21), IL(24), AN(21) harus mengalami kerugian hingga mencapai Rp 1,4 miliar akibat investasi bodong berkedok bisnis gas LPG milik teman karibnya sendiri berinisial ZT (21).
Kemarin sore ke empat bersaudara ini di dampingi oleh tiga kuasa hukum , datang melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polrestabes Palembang, dengan nomor LP/B/185/I/2022/SPKT/Polrestabes Palembang/Polda Sumsel.
Dengan janji mendapatkan keuntungan 30 persen dari nilai investasi dalam jangka 14 hari, AF sendiri mengaku sudah bergabung sejak awal Juni 2021, ia menyebutkan di awal bergabung masih menerima janji investasi yang di berikan ZT.
Namun setelah nilai investasi yang di tanamkan mencapai Rp 680 juta di bulan Oktober 2021 di mana keuntungan 30 persen yang di janjikan tak pernah di bayarkan (wanprestasi), iya mengaku sempat melakukan media di mana uang investasi yang di tanamkan akan di kembalikan dengan cara di cicil.
“Awal pelaporan, karena dia (ZT) tidak ada itikad baik, kalau kita masalah duit itu bisa secara dibicarakan baik-baik,” ungkap AF.
“Mediasi itu dua kali, pertama cuma ketemu sama orangtuanya, yang kedua bertemu di restoran si zeti datang juga. Di situ obrolan kami sudah nentuin tanggal kapan bakal di kembalikan dengan cara dicicil, bahkan mereka bilang bakal menaikkan bunga jadi 40 persen tapi nyatanya sampai sekarang malah tidak ada komunikasi ke kita (wanprestasi),” tambahnya.
AF mengaku sudah mengenal pelaku ZT tiga tahun lebih semenjak mengikuti arisan online di mana ZT menjadi admin, di mana AF ketika ikut arisan selalu menyetor melalui ZT. Setelah arisan tersebut collapse justru pelaku ZT menawarkan open invest melalui bisnis gas yang katanya tengah dijalankan.
“Awal aku investasi itu cuma Rp 2 juta, baliknya ke aku itu Rp 2,6 juta, saya tergiur juga karena dia bilang punya banyak bisnis mulai dari jualan cireng online, gas, sampai trading crypto. Tapi setelah kami datang ke rumahnya bisnis yang dia bilang itu ternyata gak ada. Cuman ada 6 tabung gas tapi itu punya pribadi,” ungkapnya.
Untuk diketahui, nilai investasi AF (21) yang masih berstatus mahasiswi dan freelancer menanam modal senilai Rp 680 juta, D (21) berprofesi sama menanam investasi senilai Rp 370 juta, I (24) pekerja swasta memberikan investasi senilai 300 juta, A (21) pekerja swasta menanamkan investasi senilai Rp 80 juta.
Sementara itu dari pengakuan korban, setelah tidak lagi berkomunikasi tiga bulan terakhir ini, sampai saat ini ZT tidak diketahui keberadaannya dan untuk koneksi dengan pihak keluargapun sulit.
“Besar harapan kami AF, IL, DD, dan AN pihak berwajib segera menindaklanjuti dengan cepat kasus ini karena sudah banyak sekali korban-korban yang merasakan kerugian yang besar dikarenakan ulah si ZT. total korban itu sudah ratusan orang dengan angka nominal miliaran,” pungkasnya. (**)











