Manuver Kepemimpinan PKB OKI Jadi Sorotan, Pergeseran Dja’far Shodiq Picu Tafsir Politik

Writer: - Sabtu, 13 Juni 2026
Dinamika kepemimpinan PKB OKI menjadi sorotan setelah Farid Hadi Sasongko dipercaya memimpin DPC PKB OKI periode 2026–2031. Sementara HM Dja’far Shodiq menempati posisi Ketua Dewan Syuro yang tetap memiliki peran strategis dalam arah kebijakan partai. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa)

Kayuagung, Sumselupdate.com – Pergantian kepemimpinan di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi perhatian publik. Terpilihnya Farid Hadi Sasongko sebagai Ketua DPC PKB OKI periode 2026-2031 memunculkan berbagai respons dan dinamika politik di kalangan kader maupun masyarakat.

Farid kini memegang dua posisi strategis sekaligus, yakni sebagai Ketua DPC PKB OKI dan Ketua DPRD OKI. Perubahan kepemimpinan tersebut dinilai sebagai bagian dari proses regenerasi politik yang lazim terjadi dalam organisasi partai.

Read More

Namun demikian, transisi kepemimpinan ini juga memunculkan diskursus terkait posisi HM Dja’far Shodiq yang kini menjabat Ketua Dewan Syuro PKB OKI. Sebagian kalangan menilai langkah tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap figur senior yang telah berkontribusi besar dalam membesarkan partai di Bumi Bende Seguguk.

Selama bertahun-tahun, HM Dja’far Shodiq dikenal sebagai salah satu tokoh sentral dalam perjalanan dan konsolidasi PKB di Kabupaten OKI. Ia dinilai memiliki peran penting dalam membangun kekuatan partai hingga melahirkan sejumlah kader yang kini menempati posisi strategis, termasuk Farid Hadi Sasongko.

Karena itu, penempatannya sebagai Ketua Dewan Syuro memunculkan beragam persepsi. Di satu sisi, jabatan tersebut dipandang sebagai posisi terhormat yang memiliki peran dalam menentukan arah kebijakan partai. Namun di sisi lain, muncul pandangan yang menilai posisi tersebut tidak lagi berada pada garis komando eksekutif partai.

Seorang pengamat politik lokal menilai bahwa pergantian kepemimpinan merupakan hal yang wajar dalam organisasi politik. Namun, komunikasi politik dan proses transisi menjadi faktor penting dalam membangun persepsi publik.

“Dalam politik, pergantian kepemimpinan adalah sesuatu yang normal. Namun publik juga melihat bagaimana proses transisi itu dilakukan dan bagaimana penghormatan terhadap tokoh senior tetap dijaga,” ujarnya.

Menanggapi berbagai spekulasi yang berkembang, Farid Hadi Sasongko menegaskan bahwa kepengurusan baru tetap menjunjung tinggi semangat kebersamaan serta menghormati kontribusi para senior partai.

Menurutnya, amanah yang diberikan oleh DPP PKB harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan organisasi dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kepercayaan ini adalah amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Saya mengucapkan terima kasih kepada DPP PKB, DPW PKB Sumsel, para kader, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan. Fokus kami ke depan adalah menjaga soliditas partai, memperkuat komunikasi dengan masyarakat, dan melanjutkan perjuangan politik PKB demi kepentingan rakyat,” ujar Farid, Jumat (12/6/2026).

Farid juga menepis anggapan bahwa pergantian kepemimpinan tersebut mengabaikan peran tokoh senior partai. Menurutnya, keberadaan HM Dja’far Shodiq sebagai Ketua Dewan Syuro tetap memiliki posisi penting dalam perjalanan organisasi.

“Kita harus tetap kompak dan menjaga semangat kebersamaan. Kehadiran HM Dja’far Shodiq sebagai Ketua Dewan Syuro menjadi kekuatan tersendiri bagi PKB OKI. Pengalaman dan kapasitas beliau menjadi modal penting dalam membimbing perjalanan partai ke depan,” katanya.

Dinamika yang muncul pasca pergantian kepemimpinan ini menunjukkan bahwa regenerasi politik tidak hanya berkaitan dengan perubahan struktur organisasi, tetapi juga menyangkut persepsi publik terhadap etika politik, penghormatan kepada senior, serta kemampuan kepemimpinan baru dalam menjaga soliditas partai.

Ke depan, kepemimpinan Farid Hadi Sasongko akan diuji dalam menjaga kekompakan internal sekaligus membuktikan bahwa proses regenerasi di tubuh PKB OKI dapat berjalan harmonis tanpa menimbulkan friksi berkepanjangan.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts