Kesal Kakaknya Tak Pulang, Adik Jadi Korban Air Keras

Sabtu, 11 Juli 2020
Pihak Polsek Talang Kelapa memperlihatkan pelaku dan barang bukti tindak kriminal siram air keras kepada korban, Sabtu (11/7/2020).

Laporan Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com-Kondisi hati sedang panas terbakar emosi Hermendi (32), warga Tanah Mas Sukajadi, Kabupaten Banyuasin menyiramkan air keras ke tubuh Firmansyah hingga korban mengalami luka bakar.

Kapolsek Talang Kelapa Kompol Masnoni mengatakan, motif tersangka menyiram korban karena dendam dengan kakak korban selama enam bulan tidak pulang sehingga tersangka melampiaskan dendamnya dengan adiknya.

Read More

“Dendam tersebut dilatar belakangi karena kakak korban pernah meniduri istri tersangka. Dari situlah tersangka menaruh dendam terhadap kakak korban, dan kesal adiknya jadi korban agar kelak kakaknya pulang,” ujar pelaku Hermandi saat ditemui di Polsek Talang Kelapa, Sabtu (11/7/2020).

Lebih lanjut, mantan Kapolsek Ilir Barat I ini mengungkapkan, saat itu korban disiram tersangka dengan air keras saat berada di atas motor tepatnya berada di Komplek perumahan Mega Asri II, Kelurahan Sukajadi, Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin pada Senin 29 Juni 2020 lalu.

Akibatnya korban mengalami luka bakar ditubuhnya yang diperkirakan 60 persen kena dibagian tubuhnya. Saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

“Untuk tersangka kami jerat dengan pasal 351 KUHP karena korbannya masih di bawah umur kami lapisi dengan pasal 80 ayat (2) UU Perlindungan Anak dengan ancaman sembilan tahun penjara,” pungkasnya.

Hermendi mengaku, sebenarnya ia dendam dengan Bayu, kakak korban. Karena tidak bertemu dengan Bayu, ia pun melampiaskan dendamnya dengan menyiramkan air keras tubuh Firman adik kandung Bayu.

“Aku tu sebenarnyo dendam samo Bayu kakak korban, karena Bayu pernah meniduri bini aku. Bayu sudah lamo ku tunggu sekitar enam bulan tapi dak ketemu jadi aku lampiaske dendam aku samo adeknyo be,” katanya.

Hermendi menambahkan, ia sengaja membeli cairan air keras di toko kimia, air keras pun dimasukkannya ke dalam cangkir plastik. Lalu ia bersama temannya Guntur (DPO) mengendarai motor mencari korban untuk menyiramkan air keras ke tubuh korban.

“Korban waktu ku siram samo cuko parah ado di pucuk motornyo, kami beduo jugo di pucuk motor yang bawak motor kawan aku. Aku di bonceng langsung ku siramke cuko parah ke badannyo sudah itu kami belari,” jelasnya.(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts