Martapura, Sumselupdate.com – Sejumlah barang bukti dari hasil tindak pidana umum dimusnahkan oleh petugas Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten OKU Timur di halaman kantor Kejari Kabupaten OKU Timur, Rabu (20/11/2019).
Kegiatan pemusnahan barang bukti ini dihadiri Bupati OKU Timur HM Kholid MD, Wakil Bupati Ferry Antoni l, SE, Wakapolres OKU Timur Erwin Syahputra Manik, SH, SIk, dan Ketua DPRD OKU Timur Beni Defitson serta sejumlah OPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten OKU Timur.
Barang bukti yang dimusnahkan merupakan hasil rampasan yang didapat dari tahun 2018 hingga 2019, yakni narkoba jenis ganja pada tahun 2018 sebanyak 164,82 gram dan pada tahun 2019 tidak ada.
Kemudian shabu-shabu tahun 2018 seberat 140,377 gram, dan pada tahun 2019 seberat 311,502 gram, ekstasi pada tahun 2018 sebanyak 8 butir, pada tahun 2019 sebanyak 414 butir dengan berat 114,93 gram.
Selain itu, pada tahun 2018 didapati senjata api rakitan jenis revolver 11 unit dan FN sebanyak satu unit, sedangkan pada tahun 2019 senpi jenis revolver sebanyak sembilan pucuk senjata.
Kajari OKU Timur Ismaya Herawardanie, SH, MHum mengungkapkan, tindak pidana pada tahun ini trendnya menurun dibandingkan tahun 2018 lalu, namun barang bukti yang didapat bertambah dari tahun sebelumnya.
“Dari laporan, berkas perkara yang dimusnahkan hari ini yang meningkat adalah tindak penyalahgunaan narkoba. Jika dibandingkan tahun 2018 cukup banyak barang bukti yang didapat, namun secara kuantitas jumlah perkaranya lebih sedikit,” ujar dia.
Ia juga mengungkapkan, barang bukti dari masing-masing perkara pada tahun 2019 trendnya lebih besar jika dibandingkan tahun 2018 lalu.
Menurutnya, penurunan jumlah perkara saat ini tidak seimbang dengan hasil barang bukti yang didapat. Di mana saat ini trend penyalahgunaan narkoba menurun, namun barang bukti yang didapat lebih banyak dari tahun lalu.
“Ada penurunan jumlah perkara, namun barang bukti lebih banyak dari tahun lalu, dikhawatirkan adanya pengedar atau bandar narkoba,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati OKU Timur HM Kholid MD menegaskan, untuk saat ini yang terpenting mencegah jangan sampai terjebak dalam ruang lingkup narkoba.
“Tidak ada manusia yang sempurna, untuk itu mati kita saling mengingatkan satu sama lainnya,” imbuhnya. (mat)











