Diduga Korosi, Pipa Pertamina Adera Cemari Lingkungan Warga

Rabu, 20 Desember 2017
Warga menunjukkan lingkungan yang tercemar akibat line pipa migas milik Pertamina Adera.

PALI, Sumselupdate.com – Diduga akibat mengalami korosi karena faktor usia, menyebabkan pipa minyak dan gas (migas) yang diketahui milik PT Pertamina EP Asset 2 Field Adera mengalami kebocoran.

Akibatnya, pipa minyak yang tertimbun di tanah yang terletak di gerbang Desa Babat Kecamatan Penukal kabupaten PALI itu bocor dan mencemari lingkungan serta sumur warga.

Read More

“Pipa line Pertamina Adera terjadi kebocoran, akibat korosi dan kebocoran tersebut diperkirakan sudah lama terjadi. Namun, baru terdeteksi hari Selasa lalu,” kata Edi Soeprianto Oemar, SH, Ketua Lembaga Gerakan Peduli Lingkungan (LGPL).

Politisi PDI Perjuangan itu menilai bahwa kebocoran pipa tersebut sudah lama, terbukti pencemaran minyak sudah menyebar dan berdampak pada sumur warga yang terkena minyak mentah. “Terbukti penyebaran minyak sudah menyebar sumur warga yang berjarak sekitar 15 meter dari pusat kebocoran bahkan melintasi jalan raya,” katanya.

Masih kata Edi, dalam waktu dekat LGPL akan melakukan langkah hukum, sembari menyiapkan data dan menyampaikan kepada pemerintah untuk diselesaikan secara arif terhadap lingkungan maupun masyarakat yang dirugikan.

“LGPL menyampaikan persoalan tersebut kepada pemerintah untuk diselesaikan secara arif baik terhadap lingkungan maupun masyarakat yang dirugikan, jika tidak tercapai kesepakatan maka kami akan menempuh jalur hukum,” jelas Edi.

Sementara itu, saat dihubungi via telpon, Legal and Relation Pertamina Adera Sutija mengatakan belum bisa memastikan apakah pipa tersebut benar-benar korosi atau terjadinya sabotase. Karena, dari pengakuannya ada juga bekas potongan gergaji di pipa tersebut.

“Untuk mengetahui pipa tersebut korosi, ada tim teknisnya pak. Kita tidak bisa memastikan. Karena ada juga bekas potongan gergaji di pipa tersebut,” jelasnya.

Untuk ganti rugi perbaikan lahan, ia mengaku sudah dilakukan pihak perusahaan. “Pembersihan sudah kita lakukan dan untuk ganti rugi terhadap tumbuh-tumbuhan dan lingkungan, saat ini sedang tahap negosiasi dengan warga. Dua minggu ini sudah kita bersihkan dan kemarin (19/12) pagi sudah selesai pembersihan dan sudah bersih,” kata Sutija, Rabu (20/12/2017). (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts