PALI, Sumselupdate.com – Diduga akibat line pipa gas yang bocor, membuat warga satu dusun di Desa Maju Jaya Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI tidak bisa beraktivitas seperti biasa.
Pasalnya, akibat dari pipa gas yang bocor tersebut, membuat semburan gas. Sehingga bau gas yang sangat menyengat tercium oleh warga sekitarnya.
Kejadian bocornya pipa gas milik PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo itu terjadi pada Selasa (19/2/2019) sekitar pukul 08.00 WIB di Dusun 4 Sungai Deras Desa Maju Jaya. Kejadian itu pertama kali diketahui oleh Brendi, tukang tampal ban di dusun tersebut.
Setelah Brendi mengetahui adanya bau gas yang menyengat serta terdengar suara gas dari dalam tanah, dirinya memberitahu warga sekitar dan kepala dusun.
“Yang pertama kali tahu itu Brendi. Setelah tahu itu, dia langsung memberitahu warga. Akibat kejadian ini, warga disini tidak bisa masak seharian, karena dilarang ada aktivitas yang bisa menimbulkan percikan api,” ungkap Yusman warga setempat yang ditemui di lokasi kejadian.
Di tempat yang sama, Kepala Desa Maju Jaya Dedi Prayoga mengatakan bahwa dirinya telah memberi tahu warga agar tidak usah melakukan aktivitas terlebih dahulu sebelum kondisinya aman terkendali.
“Saat ini bau gas masih sangat menyengat, warga sudah dihimbau untuk tidak aktivitas yang bisa menimbulkan percikan api seperti masak. Pihak perusahaan juga sudah turun langsung untuk memperbaikinya,” terangnya.
Menanggapi kejadian ini, ditemui di kantornya Bambang, Formalities Staff PT Pertamina EP Asset 2 Field Pendopo mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan di lokasi pipa gas yang diduga bocor itu.
Bahkan, pihaknya juga mengaku sudah memberikan bantuan konsumsi nasi bungkus untuk warga sekitar yang berdomisili diseputaran pipa gas yang bocor itu.
“Sekitar pukul 10.00 WIB kita dapat informasi, dari team security. Kemudian team security langsung ke lokasi dan memberikan sosialisasi ke warga agar tidak beraktivitas yang menimbulkan percikan api. Kejadian itu terindikasi kebocoran pipa,” jelas Bambang.
Ia juga mengatakan bahwa pada siang hari sekitar pukul 12.00 WIB, tim Reliability, Availability, Maintainability (RAM) dan tim Produksi langsung memasang safety line. Ia juga menjelaskan pipa yang diduga bocor itu didalam tanah yang kedalamannya mencapai 2 meter.
“Tindakan kita langsung men shut down sumur gas yang merupakan jalur dari pipa tersebut agar tekanan gas menurun. Kemudian, setelah tekanan gas menurun barulah pukul 17.00 WIB tim sudah bisa melakukan pengkleman pada pipa tersebut. Karena tekanan gas sudah hilang. Namun, hingga saat ini tim yang dilengkapi gas detector masih standby di lokasi sampai benar-benar aman,” pungkasnya.
Sementara itu, Ferry Prasetyo Wibowo Asisten Manager PT Pertamina Pendopo mengatakan bahwa penyebab kebocoran masih belum diketahui, karena masih dilakukan pekerjaan penanganan.
“Pipa gas 6 yang berasal dari KSO Techwin Benakat Timur. Saat ini penyebab kebocoran masih belum diketahui karena masih dilakukan pekerjaan penanganan. Untuk aliran gas sudah di hentikan dari techwin. Namun kami masih mensiagakan tim beserta gas detector, dan mobil damkar untuk membantu pengamanan pekerjaan perbaikan,” tutupnya. (adj)











