Kondisi Gua Putri Tak Terawat Lagi, Pengunjung Pun Semakin Sepi

Jumat, 14 April 2017
Kondisi gua putri yang tidak terawat.

Baturaja, Sumselupdate.com – Kondisi objek wisata Gua Putri di desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), saat ini tak terawat.

Padahal, objek wisata alam yang memiliki legenda Putri Dayang Merindu dan Serunting Sakti (Si Pahit Lidah) ini, namanya cukup terkenal. Bukan hanya di tingkat lokal dan regional saja, melainkan sudah masuk ke kancah nasional.

Read More

Pantauan di lapangan, Kamis (13/4/2017), Gua Putri terlihat tak seindah dulu lagi. Jika dulunya jalan setapak yang nyaman untuk dilewati, namun saat ini pengunjung harus berhati-hati. Jalan setapak terasa licin. Tanah lembap seakan menyelimuti jalan tersebut.

Selain itu, jika dulu ada lampu warna-warni, terpancar memesona menerangi dinding bebatuan dalam gua, sekarang pesona itu seakan lenyap. Tak dapat lagi dinikmati untuk memanjakan mata. Kini hanya ada beberapa lampu bewarna yang menyala, selebihnya lampu-lampu bercahaya putih sebagai alat penerangan dalam gua.

Lalu, untuk menyelusuri ke dalam gua, pengunjung harus lebih berhati-hati. Sebab pagar pengaman berbahan besi di dalam gua juga terlihat tidak sempurna lagi. Selain goyang, juga sudah ada yang patah hingga terguling ke lantai gua.

Warga sekitar mengaku kondisi ini sudah terjadi setahun belakangan. Penyebabnya, selain kurangnya perhatian dari dinas terkait, juga lantaran banjir. Namun, kata warga yang biasa memandu pengunjung jika berada di dalam gua, perubahan ini terasa saat pergantian kepala dinas.

“Kalau dulu tertata terkoordinasi, ada kerusakan akan segera diperbaiki. Nah ini sudah setahun lebih belum diperbaiki,” kata salah satu ibu penjaga gua.

Dirinya juga mengeluhkan semakin sepinya pengunjung gua, ini tentu merugikan. “Sepi jarang ada kegiatan juga,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata (Kadispar) OKU Paisol Ibrahim saat dikonfirmasi wartawan di lokasi menjelaskan, kerusakan itu terjadi pasca-banjir bandang yang terjadi di Gua Putri beberapa waktu lalu. Untuk melakukan perbaikan, kata dia, tentunya dibutuhkan dana.

Sayangnya, Dispar belum memiliki anggaran untuk perbaikan, mengingat kondisi keuangan. Dinas Pariwisata ini, kata Paisol, lebih kurang, baru tiga bulan terbentuk pasca nomenklatur baru sehingga memiliki keterbatasan anggaran.

Disinggung mengenai lampu warna-warni yang seakan menghilang, lanjut Paisol, lampu-lampu tersebut juga mengalami kerusakan pasca banjir bandang.

“Ini akan kita perbaiki pada 2018 akan kita anggarkan. Kita juga akan berkoordinasi dengan pihak provinsi dan kementerian,” ucapnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Provinsi Sumsel, Irene Camelyn, saat ditanya di sela kunjungannya di Gua Putri mengatakan bahwa  ia sering mengunjungi gua ini. Namun saat ditanya terkait kondisi objek wisata tersebut saat ini dan pengembangannya yang terkendala anggaran, ia tidak menjawab ataupun memberikan komentar. Ia hanya sedikit memberikan senyuman.

Irene berharap setiap kabupaten/kota bisa mengembangkan potensi wisata secara fokus. Dirinya memahami kondisi saat ini dimana efisiensi anggaran menjadi keluhan setiap lembaga, termasuk dinas pariwisata.

Namun, menurutnya, banyak hal yang bisa dicari celahnya untuk mengembangkan objek wisata masing-masing daerah. Misalnya, melalui pihak kementerian dan sebagainya. Tinggal tergantung kemauan daerah itu sendiri.

“Kita tahu di tengah efisiensi tentu kurang anggaran. Tapi jika fokus untuk mengembangkan, tentu bisa,” ucap Irene.

Di samping itu, untuk pengembangan wisata, pihak Dinas Budaya dan Pariwisata Provinsi Sumsel mengajak kabupaten/kota, termasuk OKU, agar membentuk tim Panitia Cagar Budaya (PACB). Tim seperti ini dinilai sangat diperlukan.

“Tinggal bagaimana kabupaten bisa follow up-nya. Jika itu telah dibentuk maka kita akan mudah asistensinya. Di sana kita akan terbentuk jaringan gimana bahwa ini tim cagar budaya kabupaten ke provinsi dan nasional,” ucapnya. (wid)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts