3 Kali Anak Dicabuli Tukang Sampah IRT Lapor Polisi

Jumat, 10 Februari 2017
Ilustrasi pencabulan anak

Palembang, Sumselupdate.com – Hancur perasaan yang dialami ibu rumah tangga (IRT) berisinial YL,warga kawasan Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kamboja Palembang. Pasalnya, anaknya yang masih duduk di sekolah dasar (SD) berinisial MT (11) sudah dicabuli.

Ironisnya, aksi pencabulan itu diketahui sudah terjadi sedikitnya tiga kali. Namun aksi Mul terbongkar keluarga MT sehingga YL ibu korban melaporkan kejadian itu ke Polresta Palembang, Jumat (10/2/2017).

Read More

Dalam laporan YL, aksi cabul ini diketahui pada hari Rabu (8/2/2017) petang ketika korban hendak buang air kecil menangis karena mengeluhkan sakit di daerah kemaluannya dan mengira sakit di kemaluan korban merupakan hal biasa sehingga ia tidak menaruh curiga.

Namun, kecurigaan YL muncul ketika melihat ada darah yang keluar kemaluan anaknya. Khawatir dengan hal itu, YL akhirnya memeriksakan kondisi korban ke rumah sakit yang tak jauh di kawasan Kecamatan Ilir Timur (IT) 1, Palembang.

“Jujur saya sama sekali tidak menyangka anak saya dicabuli. Saya baru tahu setelah saya periksakan ke dokter,” sebut dia.

Akhirnya ia membujuk MT agar menceritakan kejadian yang sebenarnya namun korban saat itu sempat bungkam sebelum akhirnya korban mengakui jika M sudah mencabulinya.

“Awalnya, anak saya tidak mau cerita. Setelah saya bujuk, anak saya bilang jika pelaku (M) sudah memasukkan jarinya kemaluan anak saya. Anak saya mengaku sudah tiga kali dicabuli dengan cara begitu dan kejadiannya di tempat pemakaman itu,” terangnya.

Atas kejadian ini wanita yang berprofesi sebagai tukang sapu jalan ini berharap,agar laporannya tersebut segera diproses dan pelaku segera ditangkap karena masa depan anaknya terancam suram akibat perbuatan pelaku.

“Saya juga mengenal pelaku itu. Karena pelaku itu kerja mengambil sampah di daerah kami. Jelas saya tidak terima. Masa depan anak saya hancur pak,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Marully Pardede, SIk, MH, menerangkan, pihaknya sudah menerima laporan korban dan menunggu hasil visum.

“Laporan korban akan kita proses dan sudah kita limpahkan ke Satreskrim Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA),” tutupnya. (tra)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts