Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit

Senin, 8 Juni 2026
Dihantam Rupiah dan Aksi Jual! IHSG Diprediksi Sulit Bangkit. (foto: Sumselupdate.com/istimewa)

Jakarta, Sumselupdate.com- Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada awal pekan ini diperkirakan masih berada dalam tekanan. Pelemahan nilai tukar rupiah hingga aksi jual investor asing menjadi sentimen utama yang membebani pasar saham domestik.

VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memproyeksikan IHSG pada perdagangan Senin (8/6/2026) bergerak melemah secara terbatas dengan level support di 5.360 dan resistance di 5.865.

Read More

Menurutnya, indikator teknikal masih menunjukkan tekanan yang cukup kuat meski peluang rebound jangka pendek mulai terlihat.

“Indikator MACD masih menunjukkan tren pelemahan, sementara RSI berada di area oversold yang mengindikasikan peluang terjadinya rebound teknikal meskipun tekanan pasar saham masih cukup kuat,” kata Oktavianus dalam riset hariannya.

Ia menjelaskan, volume transaksi mulai mengalami penurunan di tengah derasnya arus keluar dana asing. Sepanjang pekan lalu, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp7,39 triliun.

Tekanan pasar juga datang dari pelemahan rupiah yang telah menembus level Rp18.035 per dolar Amerika Serikat (AS). Kondisi tersebut terjadi seiring penguatan indeks dolar AS (DXY) yang masih bertahan di level 100.

Menurut Oktavianus, pelemahan rupiah menjadi perhatian serius pelaku pasar karena berpotensi menimbulkan dampak lebih luas terhadap stabilitas ekonomi dan pasar keuangan apabila berlangsung dalam periode yang panjang.

Selain itu, investor juga menanti rilis data cadangan devisa Indonesia untuk periode Mei 2026. Jika tren penurunan cadangan devisa yang terjadi sejak awal tahun kembali berlanjut, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memberikan sentimen negatif tambahan bagi pasar saham.

Meski demikian, sejumlah faktor positif masih berpotensi menopang pergerakan indeks. Kenaikan harga komoditas global dinilai dapat mendukung kinerja emiten sektor pertambangan.

Harga batu bara saat ini berada di level US$148,7 per ton, sementara harga nikel mencapai US$18.575 per ton. Kenaikan tersebut diperkirakan dapat menjadi katalis bagi saham-saham berbasis komoditas.

Dari sisi rekomendasi, Kiwoom Sekuritas mencermati saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) dengan strategi speculative buy pada area support 458 dan target resistance 585. Selain itu, saham PT Hartadinata Abadi Tbk (EMAS) juga direkomendasikan speculative buy dengan support 6.950 dan resistance 8.250.

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts