Dipergoki Cabuli Anak SD, Pegawai Koperasi Keliling Ini Diamuk Warga

Penulis: - Jumat, 3 Mei 2024
Pelaku Bawaihi saat diamankan di Polrestabes Palembang.

Palembang, Sumselupdate.com – Seorang pegawai koperasi keliling, Bawaihi (34) babak belur diamuk massa sebelum diserahkan ke pihak Polrestabes Palembang.

Pria yang tinggal di Lorong Kelapa Gading, Kecamatan Jakabaring Palembang ini, babak belur dihakimi warga usai dipergoki mencabuli bocah perempuan kelas VI Sekolah Dasar (SD) berinisial K (11).

Bacaan Lainnya

Aksi cabul yang dilakukan pelaku terjadi di rumah korban yang berada di kawasan Jalan Banten, Kelurahan 16 Ulu, Kecamatan SU II Palembang, pada Kamis (2/5/2024) sekitar pukul 14.00 WIB.

Informasi yang dihimpun, aksi bejat yang dilakukan Bawaihi sudah yang kedua kalinya terjadi. Di mana aksi pertamanya dilakukan pelaku pada Selasa (30/4/2024) sekitar pukul 14.00 WIB, berawal saat pelaku datang ke rumah korban untuk menagih uang koperasi kepada orang tua K.

Melihat korban sedang sendirian, pelaku mulai melancarkan aksi bejatnya dengan menciumi K. Usai melakukan perbuatan tersebut, pelaku langsung melarikan diri.

“Korban tidak cerita dengan kami, hanya cerita dengan temannya, tapi terdengar cerita itu sampai ke kami. Lalu kami memasang kamera, takut terjadi lagi dan ternyata benar dia (pelaku –red) mengulangi perbuatannya,” ungkap orang tua korban berinisial R, saat dibincangi wartawan, pada Kamis (2/5/2024) sore.

Dengan membawa bukti rekaman tindakan asusila, orang tua korban bersama ketua RT setempat dan warga lainnya menyerahkan pelaku Bawaihi ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Palembang.

Ditemui di ruangan SPKT Polrestabes Palembang, pelaku Bawaihi mengakui perbuatannya, yang dimana dia hanya mencium korban dan tidak melakukan perbuatan lainnya.

“Saya khilaf pak, kesana mau tagih uang dengan orangtuanya, melihat korban sendirian jadi saya cium. Sudah dua kali, yang pertama hari Selasa kemarin, dan kedua hari ini. Hari ini saya merasa dijebak, karena mereka sudah ada semua,” tutupnya menyesal.

Saat ini pelaku sudah berada di ruang piket Reskrim Polrestabes Palembang, untuk dilakukan pemeriksaan. Atas perbuatannya tersebut, pelaku terancam dikenakan pasal UU Perlindungan Anak, dengan ancaman 15 tahun penjara. (**)

 

 

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.