4 Tahun Diburu, Pelaku Penembakan Janda di Sekayu Mengaku Tak Pernah Kabur

Kamis, 19 Desember 2019
Pres rilis hasil ungkap kasus penembakan.

Sekayu, Sumselupdate.com – Setelah empat tahun berlalu, misteri penembakan yang menewaskan janda beranak dua bernama Maya  Kartika Sari (33) dan sempat menggemparkan warga Desa Muara Teladan, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Muba akhirnya terungkap.

Tindak pidana pembunuhan yang terjadi pada 11 November 2015 silam ini terkuak setelah pelaku yang bernama Jhon Hendri Fanhar, warga setempat dapat diamankan anggota Unit Pidum Satreskrim Polres Muba dari rumah orangtuanya di Desa Muara Teladan, Selasa (17/12).

Read More

Setelah diamankan Jhon mengakui aksi penembakan yang telah direncanakan satu bulan dengan menggunakan senjata api yang dipinjam dari salah satu kerabatnya tersebut dan setelah kejadian dirinya tetap melaksanakan rutinitas seperti biasa.

“Aku tidak melarikan diri, aku bekerja seperti biasa, ikut mertua mengurus berkas, selama satu tahun terakhir aku bekerja di PT Petro Muba (BUMD) sebagai staff operasional,” ujar Jhon saat dihadirkan dalam gelar tersangka, Kamis (19/12/2019).

Meski jejaknya yang melakukan penembakan dari jendela kamar korban seakan tak pernah terendus, namun Jhon mengaku selama ini dirinya menanggung beban dan merasa bersalah. “Selama empat tahun aku terbeban batin, puncaknya Senin lalu,” tuturnya.

Sementara itu Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, aksi penembakan dilakukan karena pelaku kesal karena korban menjalin hubungan berpacaran dengan ayah mertuanya.

“Setelah mendapat informasi, anggota Opsnal Unit Pidum mendatangi kediaman tersangka dan langsung diamankan,” ujar AKBP Yudhi didampingi Kasat Reskrim AKP Deli Haris.

Atas perbuatan tersebut, Yudhi menambahkan, tersangka akan dijerat Pasal 338 KUHP Jo Pasal 340 KHUP dengan ancaman hukuman seumur hidup. “Barang bukti senjata api yang dipakai untuk menembak korban masih dicari, karena menurut tersangka telah dibuang pasca kejadian,” tambahnya.

Sementara itu berdasarkan data diperoleh, korban ditemukan tewas oleh orangtuanya dengan luka tembak di pinggang sebelah kiri, setelah saksi medengar suara letupan yang berasal dari senjata api dan setelah kejadian itu korban sempat menjalani otopsi di RS Bhayangkara Palembang.

Saat itu korban ditembak dari luar jendela, setelah mendengar seseorang mengetuk jendela kamarnya. Begitu jendela terbuka sebagian, pelaku langsung melepaskan tembakan dan kabur meninggalkan lokasi kejadian. (est)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts