26 November, Lelang SDP Ogan Ilir Dilaksanakan Serentak di Kantor Kecamatan

Laporan Henny Primasari

Inderalaya, Sumselupdate.com — Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Kabupaten Ogan Ilir (OI) Kamis (26/11) mendatang bakal melaksanakan lelang pelaksanaan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan (PSDP) tahun 2020. Bagi peserta yang berminat dapat mendaftarkan diri ke kepala desa, kelurahan dan kecamatan masing-masing.

Bacaan Lainnya

Asisten II OI H Muhsin Abdullah yang mewakili Pj Sekda OI Badrun mengatakan pada rapat menjelaskan tentang teknis pelaksanaan lelang dan harapan-harapan agar hasil lelang dapat meningkatkan sumber PAD

Menurut H Muhsin sebagai pakar di bidang teknik menegaskan, perlu dan dirasa mendesak untuk menormalisasi sungai-sungai, terutama Sungai Ogan, sehingga aliran air lancar dan jernih.

Sekretaris Komisi 2 DPRD OI Afrizal menegaskan hal senada bahwa agar kegiatan tersebut bermafaat bagi masyarakat nelayan dan juga petani. Ia berharap kegiatan restocking di perairan umum lebih ditingkatkan.

Kadisnakkan OI Fachruddin SE didampingi Kabid Perikanan Tangkap DR Hasan Hery Spt Msi dan Kasi Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan Siti Banjar Kaswari Spi, kemarin mengatakan jadwal lelang dilaksanakan tahap 1 pada Kamis (26/11) serentak di 15 kecamatan, sementara tahap kedua objek lelang sdp yang tidak laku dilaksanakan kembali lelangtahap kedua pada3 Desember

Dikatakannya bahwa objek yang dilelang seluruh lebak, lapak, sungai, semua lebung baik lebung alam, buatan maupun lebung bekas galian pembangunan, dengan dihapusnya retribusi lebung waris tidak ada hak perorangan atau kelompok terhadap lebung waris semuanya menjadi bagian objek yang dilelangkan

Selanjutnya menurut DR Hasan lelang dilaksanakan secara terbuka langsung di muka umum dibawakan oleh juru lelang dengan penawaran 3 kali dari harga standar yang ditetapkan.

Petugas pelaksana lelang dari desa/kelurahan pemilik objek, sehingga dari pendaftaran hingga pelaksanaan lelang dilakukan tim pelaksana desa/kelurahan.

Harga standar objek lelang berasal dari usulan desa yang langsung ditetapkan dalam keputusan Kadis Perikananan. Sementara lelang dilaksanakan 2 tahap dan tidak ada tahap ketiga seperti tahun sebelumnya.

“Sehingga objek tidak laku setelah dua kali lelang maka objek tersebut dinyatakan tidak laku dan tidak dijual serta dijadikan suaka perikanan yang diawasi oleh tim pelaksana desa/kelurahan dibantu Pokmaswas setempat,” ujarnya.

Disebutkan DR Hasan pendaftaran lelang di kantor camat masing-masing dan dilaksanakan serentak, sedangkan lelang kedua untuk objek yang belum laku akan dilaksanakan pada 3 Desember.

15 kecamatan melaksanakan lelang, dengan syarat calon pendaftar masyarakat berdomisili di OI, membawa FC KTP yang berlaku, mengisi surat permohonan peserta lelang di desa kelurahan yang bersangkutan.

Kemudian peserta menandatangani surat pernyataan sanggup menaati ketentuan hukum dengan materai 6ribu, membayar biaya pendaftaran Rp100ribu per objek.

“Kegiatan ini tentunya dilaksanakan dengan memperhatikan protokol covid 19, antaranya menjaga jarak, mencuci tangan dan menggunakan masker. Bagi peserta yang berhalangan dapat memberikan kuasa kepada pihak lain untuk mengikuti lelang ,”jelasnya.(**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.