Yandri Susanto Dorong Pelaku UMK Mendapatkan Sertifikat Halal Gratis

Sabtu, 8 April 2023

Serang, sumselupdate.com – Wakil Ketua MPR H Yandri Susanto mendorong pelaku Usaha Mikro Dan Kecil (UMK) mendapatkan sertifikat halal. Selembar kertas sertifikat sangat penting untuk menyatakan produk yang dihasilkan UMK adalah produk halal. Namun, sertifikat halal yang telah diperoleh UMK harus bertanggungjawab.

“Bagi pelaku UMK untuk mendapatkan sertifikat halal cukup mudah. Yang sulit komitmen dan tanggungjawab atas sertifikat halal tersebut,” kata Yandri Susanto dalam pelatihan Penguatan Kerjasama Jaminan Produk Halal dengan Mitra Strategis yang diselenggarakan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) di Pondok Pesantrean Bai Mahdi Sholeh Ma’mun, di Serang, Banten, Kamis (6/4/2023). Pelatihan yang diikuti pelaku UMK tersebut berlangsung tiga hari, 4-6 April 2023.

Bacaan Lainnya

Yandri berharap jangan sampai produk yang dihasilkan UMK sudah mendapatkan sertifikat halal namun produk tersebut menggunakan bahan tidak halal.

Dia mencontohkan proses pembuatan makanan tidak boleh menggunakan bahan atau zat berbahaya bagi manusia.

“Kalau masih ada makanan yang menggunakan bahan tidak halal seperti zat pewarna pakaian, boraks, atau formalin, itu berarti tidak halal,” ujar anggota Komisi VIII DPR ini.

Yandri juga menambahkan pemberian sertifikasi halal gratis untuk pelaku UMK melalui mekanisme self declare yakni pernyataan status halal produk usaha mikro dan kecil oleh pelaku usaha itu sendiri.

“Dengan self declare, pelaku UMK sendiri yang menyatakan produknya halal atau tidak. Artinya, pelaku UMK harus bertanggungjawab atas pernyataan dunia dan akhirat,” tuturnya.

Kepada pelaku UMK, Yandri menyebutkan pemerintah akan mewajibkan sertifikat halal pada produk salah satunya produk makanan dan minuman. Kewajiban ini akan belaku 17 Oktober 2024.

Dalam mendukung kewajiban sertifikat halal, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) membuka pendaftaran Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) 2023 untuk 1 juta pelaku usaha mikro kecil (UMK).

“Sebagai negara muslim terbesar, produk makanan halal Indonesia berada di peringkat ke dua dunia. Saat ini Indonesia masih kalah dari Malaysia. Kita sedang berusaha agar Indonesia menjadi pusat produk makanan halal terbesar dunia,” paparnya. (duk)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.