Waspadai Penipuan Transaksi di Market Place, Ini yang Dilakukan APH Jika Korbannya Melapor

Penulis: - Minggu, 26 November 2023
Kasubdit 2 Fismondev atau Perbankan Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Hadi Syaefuddin, SE, MH.

Palembang, Sumselupdate.com – Derasnya perkembangan teknologi juga turut mendorong peningkatan modus penipuan terutama dalam hal bertransaksi jual beli melalui market place yang pembayarannya menggunakan mobile banking.

Kekinian tak sedikit yang sudah menjadi korban di antaranya bahkan dapat mengalami kerugian mulai dari jutaan hingga miliaran.

Bacaan Lainnya

Di mana yang paling banyak terjadi tindak kejahatan semacam ini kerap dialami korban saat hendak membeli barang bekas secara online.

Perihal permasalahan ini juga memantik pihak aparat penegak hukum (APH) untuk dapat lebih efisien dalam memutus rantai tindak kejahatan tersebut.

Salah satunya yang dilakukan oleh Kasubdit 2 Fismondev atau Perbankan Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Hadi Syaefuddin, SE, MH dengan menjadikan permasalahan ini sebagai project perubahan yang dia usung dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional Lembaga Administrasi Negara (PKN LAN) Angkatan XXVIII Tahun 2023.

Baca Juga: Polisi Ringkus Juru Parkir Liar Bertato yang Peras Pengendara Mobil di Bawah Ampera

Terkait permasalahan ini kata dia ada dua hal pokok yang perlu dilakukan untuk meminimalisir terjadinya tindak penipuan yang memanfaatkan rekening perbankan sebagai media penampungan hasil kejahatan.

Di mana menurut dia, dengan memberikan informasi dan edukasi yang sebanyak-banyaknya kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menggunakan jasa pebankan.

Sementara itu, bila telah menjadi korban tindak kejahatan yang menggunakan jasa perbankan sebagai media penampungan oleh pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak perbankan yang digunakan pelaku guna mempercepat proses penyelidikan.

“Kepada pihak perbankan rekening penampung hasil kejahatan kita berikan informasi ini dan kita berikan nomor-nomor rekening suspect atau ghost account number sebagai rekening penampung tindak kejahatan. Dengan begitu kita juga akan lebih mudah dan lebih cepat mengetahui modus operansi tindak kejahatan perbankan ini,” ujarnya.

Sebagai contoh, menurut AKBP Hadi Syaefuddin, baru-baru ini pihaknya menangani adanya salah seorang nasabah bank melaporkan dirinya telah menjadi korban penipuan belanja online melalui salah satu market place yang berhasil terungkap.

Di mana modus operandi sindikat penipuan online ini dengan berpura-pura menawarkan unit kendaraan roda empat kepada korbannya yang bukan miliknya, foto kendaraan roda empat itu diambil secara acak dari internet

Pengakuan korban saat itu sudah terlanjur tergiur lantaran harga yang jauh di bawah harga pasaran.

“Korban saat itu percaya saja dan saat diminta mentransferkan uang yang besarannya sesuai kesepakatan sebelumnya meski belum melihat atau memastikan kendaraan yang akan dibelinya,” ucap dia.

Baru setelah uang yang disepakati telah ditransfer, korban baru berniat mengambil kendaraan roda empat miliknya dengan mendatangi ke alamat yang diberikan oleh sindikat penipuan.

“Kendaraan roda empat itu benar ada di tempat tersebut. Namun sang pemilik bersikukuh dirinya tidak ada niatan untuk menjual dan tidak mengenal orang yang menawarkan kendaaraan roda empat miliknya tersebut melalui market place,” ucap dia.

Barulah di situ, korban menyadari telah terjerat dalam aksi penipuan online melalui market place dan melaporkan itu ke pihak kepolisian.

Menurut Hadi, proyek perubahan yang dibuat oleh pihaknya ini dapat membantu penyelidikan dari kasus kasus penipuan online yang telah banyak menjerat korban.

“Apabila mengetahui atau menjadi korban sesegera mungkin melaporkannya ke polisi, melalui aplikasi WhatsApp Banpol Kapolda atau dapat langsung datang ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Sumsel,” papar AKBP Hadi.

Baca Juga: Viral Aksi Dua Pelaku Curanmor Mondar Mandir Pilih Target

Dia berharap kepada masyarakat untuk tidak mudah mempercayai apabila melihat penawaran barang di market place dan sejenisnya dengan harga yang jauh di bawah harga pasaran.

Karena bisa saja bila hal itu tidak dilaporkan oleh pelaku dimanfaatkan kembali untuk menjerat calon korban barunya.

Hadi juga menyebut pelaksanaan proyek perubahan yang dia buat ini telah dipaparkan di acara Seminar Literasi keuangan dengan tema how to become student financial well-being di Kampus Universitas Sriwijaya (Unsri) Bukit Besar pada 8 November 2023 lalu dalam rangkaian kunjungan kerja (kunker) Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol Agus Andrianto, SH, MH.

Pada seminar yang bekerjasama dengan Lembaga Career Development Centre (CDC) Unsri tersebut, AKBP Hadi yang memaparkan edukasi dan informasi terhadap tindak kejahatan yang menggunakan media perbankan mendapatkan respons yang sangat luar biasa dari audiens yang merupakan mahasiswa dan akademisi di kampus PTN terbesar di Sumsel ini.

“Audiens sangat tertarik dengan edukasi dan informasi yang disampaikan karena memang faktanya tindak kejahatan menggunakan rekening bank sebagai media penampung hasil kejahatan tengah marak terjadi. Dengan informasi dan edukasi yang disampaikan secara simultan kami berharap masyarakat tidak sampai menjadi korban berikutnya,” pungkasnya. (**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.