Waspada! Uang Palsu Mulai Beredar di PALI

Rabu, 25 April 2018

PALI, Sumselupdate.com – Warga Pendopo, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten PALI harus lebih waspada dalam menerima uang, baik dalam pecahan Rp50.000 maupun Rp100.000. Pasalnya, baru-baru ini warga Pendopo dikejutkan beredarnya uang palsu dalam bentuk pecahan Rp100.000.

Novri (28) warga Talang Subur kelurahan Talang Ubi Selatan kecamatan Talang Ubi berniat menabung ke bank SumselBabel di Pendopo. Namun, saat uang yang dibawa diperiksa dengan alat scan uang atau money detector, didapati salah satu lembaran uang yang dibawanya ternyata uang palsu.

Read More

“Awalnya aku bawa duit untuk menabung Rp2 juta, namun pas di scan dengan money detector, salah satu duit yang aku bawa ternyata palsu. Dari penjelasan petugas bank tadi, hologram logo Bank Indonesia tidak asli serta uangnya bisa dikelupas jadi dua. Itulah duit palsu, kata orang bank tadi,” kata Novri Rabu (25/4/2018).

Akibat dari kejadian itu, dia berharap pihak kepolisian segera menindaklanjuti kasus ini dan masyarakat menjadi lebih waspada dalam transaksional dengan menggunakan uang. “Semoga pihak kepolisian bisa mengungkap dan menghentikan beredarnya upal di kota Pendopo,” harapnya.

Disinggung dari mana asal uang palsu tersebut, Novri mengaku bahwa uang tersebut didapat dari pembayaran honornya dalam suatu kegiatan. “Rasanya duit itu aku terima pas pembayaran honor aku kegiatan waktu itu. Aku tidak mengecek juga satu per satu duit itu, karena duit itu di staples,” tutupnya.

Sementara itu, Kiky petugas Bank Sumsel Babel menjelaskan bahwa ciri-ciri uang palsu terlihat dari hologram logo Bank Indonesia di bagian sudut kiri bawah uang yang buram dan seperti tidak timbul.

“Setelah itu, kalau uang asli, dia tidak bisa dikelupas menjadi dua bagian. Nah, kalau uang palsu seperti bisa dikelupas. Karena, uang asli benar-benar satu lembar. Tapi, kalau uang palsu merupakan tempelan dua buah lembar kertas. Terus juga tanda air yang juga kelihatan buram,” ungkapnya.

Dia mengakui sudah sering menerima uang tabungan dari nasabah berupa uang palsu. “Sudah sering, bahkan hari ini sudah lebih dari satu kali. Yang pasti masyarakat harus lebih waspada. Dilihat, diraba dan diterawang setiap uang yang kita terima,” jelasnya. (adj)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts