Palembang, Sumselupdate.com – Masyarakat Desa Sungsang III, Kecamatan Banyuasin, Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) antusias mengikuti program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) skema Program Kemitraan Masyarakat Stimulus (PKMS) yang dilaksanakan tim dosen Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas PGRI Palembang.
PKMS yang menerapkan teknik bercocok tanam dengan cara hidroponik ini digelar selama bulan Maret sampai dengan Juni 2019.
PKMS teknik hidroponik yang didanai oleh Kemenristek Dikti tahun anggaran 2019 melibatkan mahasiswa Fakultas MIPA Universitas PGRI Palembang bersama masyarakat setempat.
Kepala Desa Sungsang III, H Amirudin mengaku, warga sangat antusias mengikuti PKMS yang dilaksanakan tim dosen dari Fakultas MIPA Universitas PGRI Palembang.
Dia berharap kegiatan ini dapat menstimulus warganya untuk bertanam sayuran, sehingga membantu dalam mencukupi kebutuhan pangan bagi masyarakat.
Ketua Tim PKMS sekaligus narasumber Dr Syaiful Eddy, MSi menjelaskan, pemanfaatan botol bekas air minum kemasan hakikinya bertujuan untuk mengurangi limbah plastik di lingkungan.
Dikatakannya, botol plastik ini dimanfaatkan sebagai tempat tanaman hidroponik dan teknik ini sangat mudah dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Mengenai teknologi tepat guna hidroponik menurut anggota tim PKMS, Dr Andi Arif Setiawan, MSi dan Dian Mutiara, MSi menjelaskan, jika hasil sayuran yang ditanam dengan cara ini bersih dari cemaran kotoran seperti hewan dan pupuk serta pestisida kimia sehingga menggurangi ancaman resiko kesehatan.
Menurutnya, hidroponik merupakan teknologi menumbuhkan tanaman dalam media air atau modifikasinya.
Salah satu teknik hidroponik yang dapat dimodifikasi adalah sistem wix atau sumbu. Sistem ini dapat menggunakan botol plastik bekas air minum kemasan.
Dijelaskan Andi Arif, botol minuman bekas diberi sumbu kain planel ukuran 2 cm x 20 cm diisi sekam bakar pada bagian atas botol sebanyak lebih kurang 10-15 gram.
Kemudian, bagian bawah botol diisi dengan larutan nutrisi AB Mix 250 dan siap ditanam sayuran seperti caisin, pakcoy, bayam merah, seledri dan lainnya.
“Tim PKM Fakultas MIPA Universitas PGRI Palembang berkeinginan nantinya masyarakat dapat memenuhi kebutuhan sayuran sehari-harinya melalui hasil tanamannya sendiri,” timpal Dian Mutiara. (hyd)











