Pangkalpinang, Sumselupdate.com – Persoalan peredaran narkoba, antrean bahan bakar minyak (BBM), hingga kenakalan remaja menjadi sorotan dalam pertemuan Wakapolda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Brigjen Pol Murry Mirranda bersama masyarakat di Warkop Kopiku 2, Jalan Kampung Melayu Tuatunu, Kecamatan Gerunggang, Pangkalpinang, Rabu (28/10/2026) pagi.
Pertemuan tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan keluhan dan masukan terkait persoalan yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan sehari-hari.
Murry mengatakan komunikasi terbuka antara kepolisian dan masyarakat penting untuk mendukung pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Melalui pertemuan informal, warga diharapkan lebih leluasa menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan mereka.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari tindak lanjut program prioritas Kapolri bertajuk ‘Polisi Bersama Masyarakat’.
Salah satu isu yang dibahas adalah penyalahgunaan dan peredaran narkoba di wilayah Bangka Belitung. Murry menegaskan kepolisian akan terus menindak tegas para pengedar, sedangkan pengguna akan diupayakan mendapatkan rehabilitasi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terkait permasalahan narkoba di Bangka Belitung, kami dari pihak kepolisian akan terus menindak tegas para pengedar. Sementara itu, untuk para pengguna, kami akan mengupayakan proses rehabilitasi semaksimal mungkin,” kata Murry.
Ia menambahkan, upaya pemberantasan narkoba membutuhkan dukungan masyarakat, termasuk melalui kepedulian dan pencegahan peredaran narkoba di lingkungan tempat tinggal.
Antrean BBM dan Kekhawatiran Panic Buying
Selain narkoba, antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) turut menjadi pembahasan dalam pertemuan tersebut.
Murry menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang dibahas, ketersediaan stok BBM untuk wilayah Bangka Belitung pada dasarnya mencukupi. Namun, pembelian berlebihan akibat kekhawatiran masyarakat atau panic buying dinilai turut memicu antrean panjang di SPBU.
Karena itu, masyarakat diimbau membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang berpotensi memperburuk situasi distribusi di lapangan.
Antrean panjang di SPBU menjadi perhatian karena dapat menyita waktu dan mengganggu aktivitas masyarakat apabila berlangsung terus-menerus.
Orang Tua Diminta Awasi Pergaulan Anak
Persoalan kenakalan remaja juga menjadi perhatian dalam pertemuan tersebut. Murry mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anak mereka.
Menurutnya, peran keluarga penting untuk mencegah remaja terjerumus dalam perilaku menyimpang maupun tindakan yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
Ia berharap masyarakat ikut berperan aktif menjaga keamanan lingkungan, bukan hanya mengandalkan kepolisian. Kepedulian warga dan pengawasan dalam keluarga dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan situasi kamtibmas yang aman dan kondusif.
Melalui komunikasi langsung dengan masyarakat, kepolisian berharap berbagai persoalan di lingkungan warga dapat diketahui lebih awal dan ditindaklanjuti sesuai kewenangan serta ketentuan yang berlaku.
(**)







