Vaksin yang Didistribusi Pemerintah Pusat ke Sumsel Belum Sebanding Dengan Kebutuhan

Gubenur Sumsel Herman Deru.

Palembang, Sumselupdate.com  – Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan Lesty Nurainy, menyebut, jumlah alokasi vaksin yang didistribusikan dari pemerintah pusat belum proporsional.

Saat ini vaksinasi Covid-19 untuk dosis pertama baru capai 13 persen dan vaksinasi dosis kedua baru sekitar 3 persen dari jumlah keseluruhan masyarakat Sumsel.

Bacaan Lainnya

Sisa vaksin yang tersimpan disetiap kabupaten/kota ada sebanyak 100.118 dosis vaksin sinovac biofarm, karena jumlah vaksin kurang untuk dua kali suntik ke semua masyarakat target vaksinasi pemerintah sekarang merubah skema vaksinasi.

Pemerintah memanfaatkan jumlah vaksin yang tersisa disetiap kabupaten/kota, lalu dengan vaksin tersebut masyarakat target vaksinasi mendapatkan vaksin dosis pertama.

Lalu untuk penyuntikan dosis kedua nanti, akan ada alokasi vaksin sebanyak 67.900 dosis dari pemerintah pusat.

Meskipun rentang waktu antara dosis pertama ke dosis kedua, belum dapat dipastikan kapan vaksinasi dosis pertama dari vaksin sinovac biofarm sudah menimbulkan kekebalan imun sebesar 50 persen.

Dengan begitu paling tidak sudah memberikan antibody, selama menunggu untuk dosis kedua yang akan memberikan kekebalan sebesar 98 persen masyarakat akan menjadi lebih percaya diri.

“Tapi tetap menerapkan protokol kesehatan seperti memakai masker dan tidak berkerumun,” katanya.

Menurut Lesty, saat ini pihaknya membuka vaksinasi seluas-luasnya tanpa segmentasi instansi atau usia. Jika memenuhi persyaratan dan stok ada, maka masyarakat akan diberikan vaksin. Apa lagi saat ini vaksinator di Sumsel dalam waktu dekat akan ditambah hingga proses vaksinasi dapat berjalan lebih cepat.

“Faskes kita ada banyak mencapai 443 lokasi. Tinggal pilih mau divaksinasi dimana, cuma memang tinggal ketersediaan vaksinnya,” tuturnya

Untuk menghadapi kekurangan vaksin, Gubernur Sumsel telah menyurati Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI untuk meminta tambahan vaksin. Dirinya menilai, kelangkaan vaksin tidak hanya terjadi di Sumsel melainkan terjadi di kota-kota lain dan pusat. Saat ini pihaknya hanya memiliki sekitar 100.000 dosis yang akan disalurkan untuk tahap dua.

Sementara itu Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru instruksikan kepada setiap kepala daerah 17 kabupaten/kota untuk menghabiskan semua dosis vaksin COVID-19 yang tersisa di pusat penyimpanan.

Untuk menciptakan kekebalan kelompok supaya tidak mudah terpapar Covid-19 yang beberapa minggu terakhir Sumatera Selatan masuk pada level 4 (tingkat persebaran tinggi) kasus konfirmasi positif Covid-19.

“Presiden menginstruksikan sedapat mungkin masyarakat sudah tervaksin dengan sisa vaksin yang ada,” tutupnya. (Ron)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.