Usai Oknum ASN, Giliran Para Pemborong di OI yang Diperiksa Petugas KPK

Ruang yang digunakan penyidik KPU untuk melakukan pemeriksaan

Laporan Henny Primasari

Inderalaya, Sumselupdate.com — Hari ketiga pemeriksaan terkait 2 proyek jalan di Desa Pelabuhan Dalam-Inderalaya senilai Rp17 miliar dan Desa Tanjung Miring Kecamatan Muarakuang lebih dari Rp12 miliar, sedikitnya empat orang pemborong yang diduga mengerjakan proyek tersebut hadir memenuhi panggilan KPK di Ruang Posko Operasi Kepolisian Mapolres OI dan Ruang Pidum/Reskrim, Kamis (26/11).

Bacaan Lainnya

Pantauan awak media, ada lebih dari tujuh orang petugas KPK yang bertugas melakukan penyidikan, ada yang berbaju batik maupun berbaju kameja. Petugas KPK tersebut ada yang laki-laki dan perempuan.

Mereka terlihat keluar masuk ruangan. Bahkan salah satu petugas KPK yang masih muda dan terlihat ganteng mengatakan tidak ada pemeriksaan apapun

“Tidak ada mbak info dari mana itu? Bukan disini barangkali pemeriksaanya mungkin disana,” ujarnya menjelaskan.

Saat didesak berapa jumlah petugas KPK yang bertugas dan jumlah orang yang diperiksa ia mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu itu,” jelas pria berbaju biru yang merupakan petugas KPK.

Para pemborong yang hadir, tengah menunggu giliran untuk dipanggil

Sementara itu para pemborong hadir tepat pukul 10.00wib di Mapolres OI, mereka terlihat duduk-duduk sambil menunggu masuk ke ruangan untuk pemeriksaan.

Pemilik PT BSM Sarif mengatakan kedatangan dirinya ke Mapolres OI untuk memenuhi panggilan KPK RI.

“Ya saya kesini kan untuk memberikan keterangan, soalnya PT BSM saya cuma dipinjam oleh KTF yang juga merupakan sahabat karib saya. Kalau untuk fee-nya ya cara sahabatlah. PT saya digunakan untuk proyek jalan Desa Pelabuhan Dalam-Inderalaya senilai lebih dari Rp17 miliar. Yang jelas saya ada kuasa direktur jadi saya hanya mendampingi KTF untuk memberikan keterangan,” tegasnya usai keluar dari pemeriksaan pukul 12.00wib. Disinggung soal siapa yang menandatangani kuasa direktur terhadap perusahaan yang dipinjamnya, ia enggan menjawab.

Sementara CV Mltk juga dipanggil namun dirinya mengaku bingung.

“Saya ini bingung mengapa saya dipanggil terkait proyek jalan di Desa Pelabuhan Dalam-Inderalaya padahal saya tidak ada proyeknya. Karena itu saya mau menjelaskan mau klarifikasi,”katanya enggan menyebutkan nama

Terpisah oknum KTF yang diduga meminjam PT untuk pengerjaan proyek tersebut mengaku dirinya pasrah terkait persoalan tersebut.

“Saya pasrah saja, jalani saja. Saya taat hukum,” ujarnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.