Tren Umrah Mandiri Meningkat, Jamaah Kini Bisa Berangkat Tanpa Biro Travel

Writer: - Minggu, 26 Oktober 2025
Ilustrasi umrah. (Foto; Sumselupdate.com/Istimewa).

Jakarta, Sumselupdate.com – Umrah mandiri kini menjadi tren baru di kalangan umat Muslim Indonesia. Pilihan ini dianggap lebih fleksibel, hemat biaya, dan memberikan kebebasan bagi jamaah untuk mengatur perjalanan ibadahnya sendiri tanpa terikat jadwal rombongan biro travel.

Kebijakan baru Kerajaan Arab Saudi yang semakin terbuka memungkinkan siapa pun untuk melaksanakan umrah tanpa harus melalui agen perjalanan resmi. Meski demikian, calon jamaah tetap perlu memahami bahwa umrah mandiri memiliki kelebihan dan kekurangan.

Read More

Kelebihannya, jamaah bebas menentukan waktu keberangkatan, lama tinggal, serta mengatur sendiri anggaran perjalanan. Selain itu, pengalaman ibadah menjadi lebih pribadi dan mendalam.
Namun di sisi lain, semua keperluan harus diurus secara mandiri, mulai dari tiket, visa, hingga akomodasi. Bagi yang belum terbiasa bepergian ke luar negeri, hal ini bisa menimbulkan kendala komunikasi atau kesalahan teknis.

Berikut panduan lengkap cara melaksanakan umrah mandiri agar perjalanan ke Tanah Suci berjalan lancar dan nyaman:

  1. Persiapkan Paspor dan Dokumen Penting
    Pastikan paspor memiliki masa berlaku minimal enam bulan sejak tanggal keberangkatan. Nama di paspor harus terdiri dari minimal dua kata; bila perlu tambahkan nama ayah di halaman endorsement.
    Bagi yang membawa anak di bawah 18 tahun, pastikan nama orang tua tercantum di paspor anak untuk menghindari kendala di imigrasi.

  2. Pesan Tiket Pesawat
    Penerbangan langsung ke Arab Saudi dilayani oleh Saudia Airlines dan Garuda Indonesia. Harga tiket pulang-pergi Jakarta–Jeddah biasanya mulai dari Rp12 jutaan, tergantung musim dan promo.
    Gunakan platform Online Travel Agent (OTA) untuk membandingkan harga dan mencari penawaran terbaik.

  3. Pilih dan Pesan Hotel
    Jamaah perlu memesan akomodasi sendiri di Mekkah dan Madinah. Pastikan hotel memiliki lisensi resmi dari Kementerian Pariwisata Arab Saudi, karena lisensi ini menjadi syarat pengajuan visa umrah.
    Pilih hotel yang berjarak dekat dengan Masjidil Haram atau Masjid Nabawi agar lebih nyaman beribadah.

  4. Urus Visa Masuk ke Arab Saudi
    Warga Negara Indonesia wajib memiliki visa untuk memasuki Arab Saudi. Beberapa opsi yang tersedia antara lain:

  • Visa Umrah: paling umum dan terjangkau.

  • Visa Turis: berlaku hingga satu tahun (multiple entry).

  • Visa Transit: berlaku 96 jam, cocok untuk umrah singkat saat transit.

Jika memiliki visa Schengen, AS, atau Inggris yang masih aktif, jamaah bisa mengajukan e-visa atau Visa on Arrival (VOA).

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts