Palembang, Sumselupdate.com – Pemerintah Kota Palembang memastikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap berjalan meski siswa jenjang TK, SD, dan SMP mulai menerapkan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) pada Rabu besok (9/9/2026).
Wali Kota Palembang Ratu Dewa meminta penyaluran MBG tetap dilakukan dengan mekanisme yang telah ditetapkan. Kebijakan tersebut disesuaikan dengan kondisi kualitas udara Palembang yang masih fluktuatif akibat kabut asap.
“MBG saya harapkan tetap diberikan dengan teknis para orang tua mengambil di sekolah masing-masing. Ini karena ISPU Kota Palembang masih fluktuatif, maka menjadi bahan pertimbangan,” kata Ratu Dewa, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, pelaksanaan MBG tetap menjadi perhatian pemerintah di tengah penyesuaian kegiatan belajar mengajar. Penyaluran makanan harus dilakukan dengan memperhatikan kondisi lapangan agar siswa tetap mendapatkan manfaat program tanpa meningkatkan risiko terpapar kabut asap.
Dalam pelaksanaannya, satuan pendidikan yang menerapkan PJJ dari rumah diminta berkoordinasi dengan mitra penyedia MBG, pihak terkait, serta orang tua atau wali peserta didik.
Apabila makanan tetap disalurkan melalui sekolah, waktu pengambilan harus diatur secara terjadwal dan tertib. Mekanisme tersebut juga harus meminimalkan kerumunan serta aktivitas orang tua di ruang terbuka.
Kepala satuan pendidikan juga diminta memastikan orang tua atau wali siswa memahami mekanisme penerimaan MBG selama PJJ berlangsung.
Selain memastikan program MBG tetap berjalan, Ratu Dewa menegaskan kegiatan pembelajaran selama PJJ tidak boleh terhenti. Sekolah harus memastikan proses belajar tetap sesuai dengan kurikulum, capaian pembelajaran, dan kalender pendidikan yang berlaku.
“Selama para siswa melakukan PJJ, para orang tua harus mendampingi dan memastikan siswa benar-benar belajar,” tegasnya.
Para guru juga diminta menyesuaikan metode pembelajaran dengan kondisi peserta didik. Pemanfaatan berbagai platform digital dapat dilakukan agar proses belajar tetap aktif, bermakna, dan terarah.
Di sisi lain, guru diimbau tidak memberikan beban tugas yang berlebihan kepada siswa selama pembelajaran berlangsung dari rumah.
Orang tua yang mengalami kendala dalam proses pembelajaran maupun penerimaan MBG diminta segera berkoordinasi dengan pihak sekolah agar dapat dicarikan solusi sesuai mekanisme yang berlaku.
(**)











