Tim Pakem Kejari OKI, Gelar Rakor Aliran Pengajian Ilmu Tassawuf Thoriqqoh Naqsyabandiyah, Ini Bahasannya!

TIM PAKEM Kejari OKI menggelar rapat koordinasi.

Kayuagung, Sumselupdate.com – Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan dan Keagamaan (PAKEM) Kejaksaan Negeri Ogan Komering Ilir (OKI) menggelar rapat koodinasi (rakor) pengajian Ilmu Tassawuf Thoriqqoh Naqsyabandiyah yang ada di Desa Tanjung Ali, Kecamatan Jejawi.

Kepala Kejaksaan Negeri OKI Ari Bintang Prakoso Sejati melalui Kepala Seksi Intelijen, R Andra Kurniawan saat ditemui media ini, Rabu (13/2) mengatakan, aliran kepercayaan tersebut masuk ke Desa Tanjung Ali sekitar 2012.

Bacaan Lainnya

Pertama kali dibawa oleh Guru Tawe kemudian turun lagi ke Guru Bakar lalu turun lagi sampai sekarang ke guru Edy Gunawan, dan guru pembimbing yang tertinggi berada di Curup Rejang Lebong Bengkulu bernama Buya Syekh Muhammad Rasyidsyah Fandi. Kemudian masyarakat yang sudah menjadi anggota sebanyak 118 orang yang sebagian besar berasal dari Desa Tanjung Ali, Sukadarma, Borang Banyuasin dan Palembang.

Dari rakor tersebut, lanjut dia, diketahui bahwa tiap masyarakat yang akan menjadi anggota pengajian tersebut harus dibaiat terlebih dahulu dengan persyaratan menyediakan satu ekor ayam, solat maghrib di rumah yang dibimbing oleh guru, makan bersama jamuan adab, mendengarkan tausyiah dari guru pembimbing, solat isya berjamaah di rumah.

Kemudian mandi taubat, tidur taubat dengan ditutup kain panjang, laporan kepada guru di pagi harinya setelah bangun tidur taubat, pemberian ilmu dari guru kepada anggota berupa ilmu hakikat kehidupan, mempertebal ilmu lebih kurang dua belas hari di Bengkulu dengan rangkaian kegiatan berzikir sebanyak 490 ribu kali selama delapan hari, hari ke sembilan suci nafas segala penyakit akan keluar dan kajian Mikraj mencari dan mengenal Tuhan.

“Hasil rapat Tim PAKEM sementara, kami akan melakukan klarifikasi pengurusan kepada pengajian, dan hasil klarifikasi tersebut nantinya akan dikeluarkan fatwa atau keputusan MUI yang menegaskan apakah ajaran itu menyimpang atau tidak. Kita pun terus melakukan pengawasan secara intensif terhadap pengajian tersebut,” tegas Andra. (ban)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.