Dua Mantan Jamaah JDT Akui NKRI dan Menanti Bebas

Laporan: Haris Widodo

Palembang, Sumselupdate.com – Program pembinaan yang dijalankan Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Palembang kepada warga binaa begitu manis dan berjalan dengan alot.

Bacaan Lainnya

Banyaknya program dari lapas kelas 1 Palembang ini membuktikan bagaimana cara kepala lapas, kabid pembinaan dan jajarannya dapat mengubah mindset masyarakat tentang stigma negatif warga binaan.

Hal ini terbukti dari perubahan perilaku seluruh warga binaan khususnya dua narapidana kasus teroris yang juga anggota Jamaah JDT Sapriyanto (36) dan Eko Setiawan.

Hampir dua tahun keduanya mengikuti pembinaan di dalam Lapas Kelas I Palembang, Sapriyanto (36) dan Eko Setiawan (24) akhirnya mengakui Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila sebagai dasar negara.

Diceritakan Kepala Lapas Mata Merah Kelas 1 Palembang bahwa kemarin keduanya mengikuti upacara dalam rangka memperingati hari kesadaran nasional.

“Keduanya kemarin berperan sebagai paduan suara pada kegiatan upacara kesadaran nasional di halaman Lapas Kelas I Palembang bersama pegawai dan perwakilan warga binaan Lapas,” ujar orang nomor 1 di Lapas Mata Merah Kelas Palembang, Kamis (18/3/2021).

Hal ini menjadi bukti bahwa mereka selama menganut ideologi yang dilarang di Indonesia kini telah mengakui ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan kembali ke NKRI.

Ditemui Sapriyanto mengaku pembinaan dan pelayanan yang diberikan Lapas Kelas I Palembang kepada warga binaannya cukup baik serta memberikan keleluasaan warga binaan untuk melaksanakan ibadah wajib di masjid.

Alhamdulillah kemarin pihak Lapas mengikut sertakan kami berdua bertugas di paduan suara dalam upacara hari ini,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan hal ini menjadi bukti bahwa mereka selama menganut ideologi yang dilarang di Indonesia kini telah mengakui ideologi Pancasila sebagai dasar negara Indonesia dan kembali ke NKRI.

“Kami juga menyesali dosa dosa dan kesalahan yang pernah kami lakukan. Insya Allah bulan depan kami bebas dan siap kembali ke masyarakat dan menjadi warga negara Indonesia yang baik berazas Pancasila,” ucapnya.

Terlebih keduanya mengatakan bulan depan mereka akan bebas dan rencananya mereka akan kembali mengikuti kehidupan seperti masyarakat pada umumnya.

“Kami akan kembali sebagai masyarakat dan menjalani hidup normal pada umumnya,” tutup Eko. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.