Tim Lintas SKPD Tinjau Korban Banjir di Muratara

Salah satu kawasan di Kabupaten Muratara yang terdampak banjir paling parah.

Muratara, Sumselupdate.com – Tim lintas SKPD yang terdiri dari Dinas Sosial (Dinsos), Dinas Kesehatan (Dinkes), Dinas Pertanian, Peternakan, Perikanan, Ketatahanan Pangan (DP3KP), dan Satpol-PP melakukan peninjauan korban banjir di Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Muratara. Rombongan ini  menggunakan speedboat menyisiri Sungai Rawas.

Kepala Dinsos Z. Arifin Daud menjelaskan, kegiatan hari ini untuk melihat secara langsung dan melakukan pendataan korban banjir. Mengingat selama ini hanya menerima laporan dari lurah dan camat saja.

Bacaan Lainnya

“Ya selama ini kita hanya menerima saja laporan dan sekarang secara langsung melihat korban banjr,” ungkapnya, kemarin.

Menurutnya data dari lurah dan camat kurang valid karena masih saja masyarakat yang mengeluh tidak mendapatkan bantuan, untuk itu kami langsung menurunkan tim. Selain itu juga data ini nantinya akan menjadi acuan untuk kedepan.

“Data ini nantinya yang akan menjadi acuan kita untuk memberikan bantuan dan juga korban banjir insya Allah seluruhnya akan mendapatkan bantuan,” imbuhnya.

Dijelaskan Arifin banjir sekarang sangat luar biasa. Pasalnya banjir itu hanya tiga hari sudah surut, namun sekarang sudah empat hari air dengan ketinggian tiga meter. “Memang banjir yang sangat dasyat dan terbilang lama, “jelasnya.

Nanti data ini akan dilaporkan kepada bupati dan wakil bupati mengenai kondisi korban banjir, untuk ditindaklanjuti untuk penyaluran bantuan.

“Akan kita laporkan kepada bupati dan wakil bupati untuk ditindak lanjuti penyaluran bantuan, “tukasnya.

Senada Kepala Dinkes Hj Gusti Rohmani mengaku  sudah melakukan peninjauan posko banjir yang ada.

Menurut dia, setiap desa disediakan ada dua dan tiga posko dengan pelayanan 24 jam nonstop.

“Sejauh ini masalah stok obat-obatan cukup dan tidak ada kendala dilapangan, kemudian banyak masyarakat yang berobat, “katanya.

Dijelaskannya petugas posko banjir itu memperdayakan petugas medis yang desa dan dibatu oleh tenaga medis yang ada di puskesmas.

“Kita perdayakan petugas medis di desa dan puskesmas untuk memberikan pelayanan kesehatan terhadap korban banjir,” jelas Gusti.

Semetara Kepala DP3KP Ilyas menjelaskan sejauh ini belum ada laporan dari masyarakat mengenai hewan ternak yang hanyut terbawah oleh banjir. Meskipun demikian namun pihaknya masih terus melakukan pendataan baik itu hewan ternak dan juga lahan pertanian yang rusak diakibatkan oleh banjir.

“Ya belum ada laporan masyarakat mengenai hewan ternak yang hanyut atau mati akibat banjir, begitu juga dengan lahan pertanian. Karena sudah banyak lahan itu sudah panen, jadi tidak merugikan petani,” tutupnya. (ain)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.