Tiga Warga Pagaralam Kembali Positif Corona, Samsul Bahri: Covid-19 Bukan Berita Bohong!

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam, Drs Samsul Bahri Burlian, MSi.

Laporan: Novrico Saputra

Pagaralam, Sumselupdate.com – Kasus positif terinfeksi virus Corona di Kota Pagaralam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengalami penambahan.

Bacaan Lainnya

Per hari ini, Selasa (8/6/2021), jumlah positif Covid-19 di Pagaralam kembali bertambah tiga orang.

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pagaralam, Drs Samsul Bahri Burlian, MSi dalam keterangan pers yang diupload melalui media sosial facebook mengatakan, ketiga warga itu masing-masing saudari ES (41), warga Dusun Sukajadi, RT 002, RW 001, Kelurahan Plang Kenidai, Kecamatan Dempo Selatan.

Menurut Samsul Bahri, jika ES ini merupakan hasil tracking dari pasien 210 berinisial NHJ. Saat ini ES sudah melakukan isolasi mandiri di kediamannya.

Kemudian warga yang terinfeksi Corona adalah saudari NU (17), warga Dusun Bandar, Kelurahan Kance Liwe, Kecamatan Dempo Selatan. NU yang sudah isolasi mandiri di rumah merupakan hasil tracking dari pasien 210 berinisial NHJ.

Selanjutnya, saudari DF (40), warga Sukecinte, Kelurahan Atung Bungsu, Kecamatan Dempo Selatan. DF yang sudah mengisolasi mandiri di rumah merupakan hasil tracking dari pasien 210 saudari NHJ.

Selain ada penambahan pasien positif Covid-19, menurut Samsul Bahri, hari ini ada dua orang yang dinyatakan selesai masa pemantauan atau sembuh.

Kedua warga itu adalah saudara AJS (25), warga Dusun Nusa Indah II, RT 002, RW 004, Kelurahan Tebat Giri Indah, Kecamatan Pagaralam Selatan dan saudara CW (28), warga Talang Jeruk, RT 006, RW 003, Kelurahan Sukorejo, Kecamatan Pagaralam Utara.

Samsul Bahri mengatakan, per hari ini pasien positif Corona yang masih dalam masa pemantauan sebanyak 17 orang, pasien sembuh sebanyak 192 orang, meninggal dunia 12 orang, dan total 221 kasus dengan status Pagaralam Oranye.

“Covid-19 bukan berita bohong dan sudah terbukti ada di sekitar kita. Apakah bukti senyata itu masih tidak percaya. Jangan lalai dan jangan abai. Untuk itu mari kita putuskan mata rantai dengan cara menerapkan protokol kesehatan 5M, yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” pesan Samsul Bahri. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.