Laporan: Haris Widodo
Palembang, Sumselupdate.com – Satuan Polisi Pamong Praja Kota Palembang kembali melakukan razia di Kota Palembang, Senin (7/6/2021). Setidaknya 32 pemandu karoke dan pelajar yang tak memiliki identitas ditertibkan.
Menegakkan peraturan perwali No. 14 tahun 2001, tentang pembatasan jam operasional diskotik, cafe, dan mal untuk mematuhi jam operasional yang telah ditentukan.
Dari pantauan Sumselupdate.com sendiri sejumlah diskotik (Night club) seperti: Venus, Selebriti, Mansion, dan tempat hiburan malam yang ada di Kota Palembang masih belum bisa menerapkan peraturan perwali tersebut.

Namun, dengan tegasnya petugas Sat Pol PP yang langsung dipimpin oleh Guruh Agung Putra menyuruh manajemen diskotik tersebut untuk langsung menghentikan operasionalnya. Bahkan di akhir penegakan disiplin petugas Sat Pol PP Kota Palembang, menemukan cafe karaoke di Jalan Noerdin Pandji Kecamatan Sako Baru, yang menggunakan jasa pemandu karoke dari wanita muda.

Sembilan pemandu karoke diamankan petugas dan dibawa ke kantor Sat Pol PP Kota Palembang untuk didata.
“Hari ini kota lakukan penertiban di Diskotik atau tempat hiburan malam yang ada di kota Palembang, kita cek ada beberapa yang masih melakukan jam operasionalnya di atas jam yang telah di tentukan dalam perwali No. 14 tahun 2021,” ujar Kasat Pol PP Kota Palembang, Gurih Agung Putra saat diwawancarai awak media, Selasa (8/6/2021).

Dikatakannya, sejumlah tempat yang melanggar akan di panggil untuk diperiksa perizinannya dan dibina.
“Bila diskotik, atau cafe yang kita dapati lagi melanggar jam operasional. Maka dengan tegas akan kita tutup,” jelasnya.
Ia mengungkapkan tujuan menegakkan perwali ini bukan tanpa sebab. Dikarenakan Kota Palembang masih belum usai terlepas dari pandemi Covid-19 untuk itu ia harapkan peran serta masyarakat akan kerjasamanya agar terputus mata rantai penyebaran Covid-19.

Selain diskotik, dalam razia tersebut petugas Sat Pol PP Kota Palembang berhasil menertibkan sepuluh pelajar yang kedapatan bermain warnet di atas jam operasional yang telah ditentukan.
Kesepuluh pelajar tersebut juga rencananya akan dipanggil orangtua dan gurunya. (**)











