Tiga Pelajar Gosong Disambar Petir Mengingatkan Tragedi yang Sama di Muaraenim

Minggu, 12 Maret 2017
Jenazah tujuh korban yang meninggal dunia disambar petir di Kabupaten Muaraenim tahun lalu.

PALI, Sumselupdate.com Peristiwa tiga pelajar asal Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) yang tewas setelah tubuhnya gosong disambar petir di Bukit Besar, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sabtu (11/3/2017), sekitar pukul 18.30, mengingatkan tragedi yang sama di Kabupaten Muaraenim.

Peristiwa yang menimpa keluarga M Pawi terjadi pada Minggu, 17 April, 2016, sekitar pukul 07.30.

Read More

Keluarga Pawi yang terdiri dari delapan orang itu disambar petir saat berkumpul di dalam pondok beratapkan daun tepas. Dari peristiwa naas itu hanya satu orang selamat dari maut.

Ketujuh korban yang meninggal dunia di tempat adalah M Pawi Bin Rusnani (60), warga Talang Jernihan, Desa Bangun Sari,  Sudomo Bin M Pawi (36), Hendro Saputra Bin M Pawi (34), Susili Binti M Pawi (40), Dunan Bin Sudomo (8), Darius Bin M Pawi (45), dan Pekin Binti Darius (8).

Sedangkan satu orang yang ikut berada di pondok yang selamat bernama Asmiliyani (30). Dia yang meminta pertolongan kepada tetangga, warga, dan  melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gunung Megang.

Tak hanya keluarga Pawi tersambar petir, empat korban yang saat kejadian juga berada di pondok, yang juga bagian keluarga M Pawi, mengalami luka bakar serius dilarikan ke rumah sakit Bunda Prabumulih untuk dilakukan perawatan.

Keempat korban itu Rusnani Binti Cik Kus (60), Rili (30), Candra Bin Supriyanto (35), dan Abek Bin Lukman (10).

Peristiwa ini bermula saat subuh keluarga besar M Pawi ini sudah berangkat ke kebun di persawahan Talang Jernihan, karena hari itu sudah direncanakan akan dilakukan gotong royong panen padi hasil sawah M Pawi.

Saat tiba di persawahan, kehadiran keluarga Pawi ini disambut hujan yang sangat deras, sehingga seluruh keluarga berteduh di pondok yang beratap daun tepas untuk menunggu hujan reda.

Namun malang tak dapat ditolak, saat sedang menunggu hujan reda, tiba-tiba pondok yang dibuat sederhana tersebut dihantam petir, hingga salah satu tiangnya hancur berkeping-keping.

Tak pelak, 12 penghuni pondok tersebut terkena sambaran petir. Sedikitnya tujuh orang meninggal dunia di dalam pondok, sedangkan empat orang mengalami luka berat, satu orang berhasil selamat dari amukan petir  tersebut.

Sementara tragedi yang menimpa ketiga pelajar dari Kabupaten PALI bemrula ketiga korban bersama empat rekannya melakukan pendakian di Bukit Besar, Desa Tanjung Beringin, Kecamatan Merapi Selatan, Kabupaten Lahat, Sabtu (11/3/2017).

Namun usai azan magrib, hujan pun turun dengan deras. Ketiga pelajar ini pun berinisiatif memperbaiki tenda yang mereka dirikan lantaran rusak diterpa angin. Sementara empat rekannya masih berada di dalam tenda.

Di saat berusaha memperbaiki tenda, petir pun menyambar dan seketika tubuh ketiga pelajar masing-masing Ramadhan (16) pelajar asal Desa Babat, Kecamatan Penukal, Almahesa (16) pelajar asal Desa Tanjung Kurung, Kecamatan Abab, dan Sangkut (16) pelajar asal Desa Gunung Raja, Kecamatan Penukal, roboh dengan tubuh gosong.

“Saya mendapat informasi tersebut semalam, dari pihak keluarga dan kerabat korban,” ujar Tarman alias Ugik (25), warga Desa Betung, Kecamatan Abab kepada Sumselupdate.com. (adj)

 

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts