Tiga Komisioner Bawaslu Ogan Ilir Resmi Ditahan

Kamis, 1 Juni 2023
Tiga Komisioner Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), DI, KL, dan I resmi ditetapkan tersangka dan ditahan

Ogan Ilir, Sumselupdate.com- Tiga Komisioner Bawaslu Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), DI, KL, dan I resmi ditetapkan sebagai tersangka terkait korupsi dana hibah Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Ogan Ilir tahun 2019 oleh Kejaksaan Negeri Ogan Ilir, Rabu (31/5/2023) malam.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kabupaten Ogan Ilir, Nur Surya dihadapan wartawan mengungkapkan, isu-isu yang beredar di masyarakat bahwa Kejari Ogan Ilir tebang pilih dalam menangani perkara yang sama sekali tidak benar.

‘Kami menetapkan tiga tersangka malam ini dan malam ini juga kami melakukan penahanan terhadap tiga tersangka Komisioner Bawaslu OI. Kita telah periksa ketiga komisioner Bawaslu OI dan kuat dugaan melakukan perbuatan serta pemufakatan jahat terkait dengan penggunaan dana hibah Bawaslu, dan dalam minggu depan tuntutannya di acara persidangan,” ujarnya.

Dikatakannya, penetapan tersangka ketika Komisioner Ogan Ilir semuanya berdasarkan alat bukti yang cukup, jadi penyidik Kejari Ogan Ilir sangat hati-hati.

Advertisements

“Untuk sementara baru enam tersangka, tapi sampai proses persidangan nanti dan kita lihat. Karna kami berkewajiban untuk mengembalikan kerugian,” ungkapnya.

Dalam persidangan kemarin, Kejari mengaku pihaknya sudah telah berupaya dan mencoba semaksimal mungkin untuk mengembalikan kerugian negara ke kas negara kembali.

Sedangkan untuk tersangka lain belum kita pastikan nanti proses yang berbicara dan alat bukti juga yang menentukan pihak pihak mana yang terkait berdasarkan keterangan tersangka.

“Ya benar ada kemungkinan aset aset mereka akan kita sita dan kita liat hasil pemeriksaan kawan kawan penyidik, karna siang tadi kita panggil tersangka malah kita menjemput awalnya para saksi dan rabu malam kita tetapkan jadi tersangka setelah diperiksa untuk dua puluh hari kedepan,” katanya.

Dikatakan tidak kooperatif dan awalnya pihaknya memanggil, namun para saksi tidak datang dengan alasan sakit.

“Tapi kami perlu bukti dan kami perintahkan kawan kawan penyidik untuk memonitor apa bener- bener kondisinya tidak dapat dan alhamdulilah kita jemput ke rumah untuk dimintai keterangan sebagai tersangka.” ungkap Kajari. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.