Tiga Kali Disergap, Pelaku Pembunuhan di Lubuk Mumpo Gunung Megang Diringkus di Dalam Hutan

Tersangka Abd Hafiz.

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Dua hari buron, pelarian Abd Hafiz (31), warga Dusun I, Desa Tanjung Terang, Kecamatan Gunung Megang, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), akhirnya terhenti.

Bacaan Lainnya

Tiga kali lolos saat disergap di kediamannya, tersangka akhirnya berhasil diringkus jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Gunung Megang Polres Muaraenim saat bersembunyi di dalam hutan pada Kamis (18/2/2021) sore.

Abd Hafiz diciduk lantaran melakukan pembunuhan sadis terhadap Sulsaili Alias Samsul (49) pada Rabu (17/2) sekitar pukul 12.15 Wib.

Kapolres Muaraenim AKBP Danny Sianipar, SIK melalui Kapolsek Gunung Megang AKP Herli Setiawan, SH, MH mengatakan, tersangka melakukan penganiayaan berat terhadap korban disertai dengan perencanaan dengan latar belakang dendam.

“Dari keterangan beberapa saksi tindak pidana ini direncanakan oleh tersangka hingga mengakibatkan korban tewas. Maka itu, tidak pidana ini masuk kategori penganiayaan berat yang mengakibatkan korban meninggal dunia sesuai pasal 353 ayat 1 dan 3 KUHP Sub 351 Ayat (3),” ungkap Herli dalam siaran pers, Jumat (19/2/2021).

Barang bukti sepeda motor yang diamankan petugas.

Diterangkan Herli, kronologis peristiwa berdarah ini berawal pada Rabu (17/2) sekitar pukul 12.15 WIB, pelaku mendatangi korban yang saat itu berada di dalam pondok (pance) sambil memegang satu bilah senjata tajam jenis pisau tanpa sarung.

Saat tersangka sudah dekat, langsung menyerang korban dengan menusukan senjata tajam jenis pisau ke arah perut bagian atas korban sebanyak satu kali.

Mendapat serangan mendadak, korban jatuh terlentang di tanah akibat melompat dari atas pondok lantaran terkejut melihat pelaku datang dengan tiba-tiba.

Herli mengatakan, setelah korban terkapar mandi darah sempat dilarikan tetangga korban ke Puskesmas Gunung Megang untuk dilakukan pengobatan.

Namun setengah jam mendapat perawatan, korban akhirnga mengembuskan napas terakhir diduga kehabisan darah.

Ditambahkan Herli, setelah menerima laporan, anggotanya bersama Team Trabazz Polsek Gunung Megang keesokan harinya melakukan penyelidikan dan olah TKP pada pukul 13.00 WIB.

Setelah selesai dari TKP, Team trabazz dipimpin Kapolsek Gunung Megang AKP Herli Setiawan dan Kanit Reskrim Ipda Subagio langsung melakukan penggerebekan di rumah pelaku. Namun sayang, pelaku tidak berada di rumah.

Tak putus asa, pada malam harinya sekitar pukul 22.00 WIB, Team Trabazz dipimpin Kapolsek Gunung Megang AKP Herli Setiawan, SH, MH dan Kanit Reskrim Ipda Subagio mendapat informasi dari masyarakat jika pelaku tersebut pulang ke rumahnya.

Barang bukti batu asahan diamankan aparat.

Sehingga diputuskan kembali melakukan penggerebekan di rumah pelaku dan rumah orang tua pelaku. Namun pelaku tidak ada.

Pada hari kamis tanggal 18 Februari 2021 Team Trabazz kembali melakukan penggerebekan di rumah pelaku dan orang tuanya. Namun lagi-lagi, pelaku sedang tidak berada di tempat.

Tiga kali gagal, petugas semakin mengintensifkan pencarian. Berbekal informasi dari masyarakat bahwa pelaku tersebut ternyata bersembunyi di sebuah hutan yang berjarak lima kilometer dari rumah pelaku.

“Berbekal keterangan dari masyarakat tersebut Team Trabazz Polsek Gunung Megang bergerak cepat menuju hutan.

Petugas kemudian menyebar dan melakukan penelusuran jejak pelaku di dalam hutan. Setelah diintai ternyata pelaku benar berada di dalam hutan.

Tak membuang waktu, Team Trabazz berhasil meringkus pelaku. Dari penangkapan itu, petugas menyita barang bukti sepeda motor Yamaha Mio M3 warna merah BG 5248 DAH.

Barang bukti lain, celana pendek warna biru milik korban, jaket sweater hitam pelaku (yang digunakan pelaku saat melakukan perbuatannya) dan batu pengasah pisau.

Sedangkan pisau (jenis pisau sangkur ) yang digunakan pelaku melakukan aksi kejinya, dibuang tersangka saat melarikan diri ke dalam hutan. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.