Terungkap Adik Bunuh Kakak di Muaraenim, Ternyata Korban Diduga Pernah Meniduri Istri Pelaku

Tersangka Hermanto, pelaku pembunuhan kakak kandung saat gelar perkara di Polres Muaraenim, Sabtu (8/5/2021).

Laporan: Endang Saputra

Muaraenim, Sumselupdate.com – Kasus pembunuhan kakak yang dihabisi adik kandung yang menggegerkan masyarakat  Desa Aur Duri, Kecamatan Rambang Niru, Kabupaten Muaraenim, Provinsi Sumatera Selatan pada Jumat (7/5/2021), sekitar pukul 15.00 WIB, akhirnya terungkap.

Read More

Ini setelah pelaku pembunuhan bernama Hermanto (30) diciduk jajaran Satuan Reskrim Polres Muaraenim berkaloborasi bersama Polsek Rambang, tiga jam usai peristiwa berdarah menimpa AJ (40) terjadi.

Dari pengakuan tersangka, ternyata motif sang adik menghabisi kakak kandungnya itu berlatar dendam kusumat.

Pelaku mengaku tega menghabisi nyawa kakak kandungnya dilatari dendam karena korban diduga pernah meniduri istrinya.

“Syukur alhamdulillah pelaku pembunuhan berhasil kita bekuk. Pelaku ini kita aman setelah tiga jam melakukan pembunuhan, dan untuk pelaku sendiri bernama Hermanto (30) yang tidak lain merupakan adik kandung korban yaitu m AJ (40) karena dilatar belakang motif dendam dan cemburu,” ungkap Kapolres Muaraenim AKBP Danny Sianipar, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Dharma dalam keterangan pers, Sabtu (8/5/2021).

Kapolres Muaraenim AKBP Danny Sianipar, SIK didampingi Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Dharma dalam keterangan pers, Sabtu (8/5/2021).

Widhi Andika mengatakan, pelaku pembunuhan saudara kandung tersebut ditenggarai adanya dendam antara pelaku dan korban.

Di mana menurut keterangan pelaku, kakak kandungnya dua tahun silam pernah menggoda dan bahkan meniduri istri pelaku.

“Korban meninggal akibat kena tusukan dari pelaku satu kali di bagian pinggang sedalam 30 sentimeter, dan untuk barang bukti sendiri berhasil kita amankan yaitu senjata tajam jenis kuduk, sepeda motor tanpa pelat nomor polisi, serta baju dari korban,” terangnya.

Ditegaskan Widhi, akibat perbuatannya pelaku terancam hukuman kurungan penjara 15 tahun.

“Untuk pasal sendiri kita kenakan terhadap tersangka yaitu pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 15 penjara,” tegasnya.

Di waktu yang sama Kasat Reskrim mengimbau kepada masyarakat agar untuk mengubah mindset terhadap budaya pisau di pinggang di Sumsel khususnya di Kabupaten Muaraenim.

“Saya imbau, kepada masyarakat mari tinggalkan budaya membawa sajam dan melakukan tindakan penujahan khususnya di Muaraenim. Karena hal ini selain dapat merugikan diri sendiri juga dapat merugikan orang lain,” imbaunya.

Sementara itu, tersangka Hermanto mengaku nekat membunuh kakak kandungnya ini dikarenakan dendamnya atas perbuatan korban.

Hermanto mengaku dari keterangan orang tua istrinya, jika kakanya itu pernah menggagahi pasangan hidupnya itu.

“Aku tu dendam Pak, dan aku membunuhnya spontanitas, karena teringat akan informasi yang aku dapat, kalau dia (korban –red) berdasarkan keterangan mertua aku pernah niduri bini aku, dan aku menyesal telah membunuh kakak aku,” ujar dia. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.