Tertipu Agen Penyaluran TKI, Enam Warga PALI Batal Berangkat, Disnakertrans Jemput di Jakarta

Kadisnakertrans menemui enam calon TKW asal PALI yang gagal berangkat.

PALI, Sumselupdate.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) melakukan menjemput enam warga yang diduga tertipu salah satu PJTKI di Jakarta yang menelantarkan mereka di asrama perusahaan penyalur TKW selama lebih kurang tiga bulan.

Kepala Disnakertrans PALI Usmandani mengatakan, identitas keenam warga PALI tersebut yakni Seliyani (21) warga Panta Dewa Kecamatan Talang Ubi, Yuyun (27) warga Gunung Menang Kecamatan Penukal, Badariawati (43) warga Panta Dewa, Pipin (21) warga Panta Dewa, Debi Mardiana (33) warga Desa Babat Kecamatan Penukal dan Leny asal Desa Mangku Negara Kecamatan Penukal.

Bacaan Lainnya

“Saya diutus pak Bupati mewakili Pemkab PALI menjemput enam warga kita yang saat ini telah diamankan Kemenaker RI. Enam warga kita itu awalnya berniat mengadu nasib ke luar negeri untuk bekerja sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) dengan tujuan Taiwan, melalui salah satu PJTKI, tapi setelah tiga bulan lebih di asrama perusahaan, tidak kunjung diberangkatkan, malah tiap harinya mereka diintimidasi dan diancam harus mengganti biaya Rp10 juta apabila kabur,” terang Usmandani.

Dijelaskan Usmandani bahwa dirinya mengetahui ada warga PALI yang diduga tertipu perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI) dari Kemenaker RI. Dimana awalnya pada tanggal 22 Juli 2019, mereka secara resmi mengajukan pindah KTP ke Provinsi Lampung, lalu mengajukan permohonan untuk menjadi TKW ke salah satu PJTKI di Jakarta.

“Kabarnya sudah ada dua orang warga PALI di Taiwan yang menjadi TKI, mungkin mereka ingin menyusul rekannya, namun dikelabui pihak PJTKI tersebut. Pada saat mendaftar di PJTKI itu, mereka disuruh pindah KTP ke Lampung. Tetapi setelah masuk asrama PJTKI, hingga tiga bulan belum kunjung ada kabar sampai akhirnya ada Sidak dari Kemenaker RI ke perusahaan tersebut dan menemukan mereka dengan kondisi memprihatinkan,” katanya.

Ke-enam warga PALI tersebut diutarakan Usmandani sudah diasramakan di Kemenaker RI dan penjemputan dilakukan, Selasa (8/10/2019).

“Saya mewakili Pemkab PALI dan langsung membawa pulang mereka dan ini juga bentuk kepedulian pak Bupati terhadap warga dan langsung memerintahkan saya begitu mendapat kabar ini untuk menjemput mereka,” imbuhnya.

Sesampainya di Kementerian Tenaga Kerja, keenam warga PALI tersebut telah diasramakan di RPTC Kemensos wilayah Bambu Apus Jakarta Timur. Kemudian, Kadisnaker PALI menemui mereka bersama Wakil Bupati PALI Ferdian Andereas Lacony dan dari Kasubdit Perlindungan TKI Muhammad Ridho Amrullah serta perwakilan DPP KSPSI Subiyanto.

Dihadapan Wabup, Kadinaker PALI dan perwakilan DPP KSPSI, Leny, salah satu warga PALI yang terlantar di Jakarta menceritakan dirinya dan teman-temannya awalnya tergiur gaji besar yang dijanjikan sponsor yang menawarkan untuk bekerja di Taiwan.

“Kami dijanjikan gaji Rp9 juta setiap bulan, rupanya sampai di PT, gaji itu bakal dipotong tiap bulan. Tetapi untuk mempercepat keberangkatan, kami disuruh mengganti KTP atau pindah dari PALI ke Lampung. Selama tiga bulan, kami bolak balik ke Lampung-Jakarta untuk mengurus Paspor, tetapi hingga saat ini paspor belum kunjung selesai,” kata Leny.

Karena merasa tertipu, Leny kemudian menghubungi keluarganya di PALI tanpa sepengetahuan pihak perusahaan, lalu ada yang memberikan kontak salah satu perwakilan DPP KSPSI Subiyanto.

“Kami hubungi pak Subiyanto dan kami ceritakan nasib kami ke beliau sampai akhirnya Kemenaker lakukan Sidak ke PT dan mengamankan kami. Harapan kami Pemkab PALI untuk menjemput kami pulang ke PALI, karena takut kalau ada apa-apa di jalan,” harapnya.

Sementara itu, Muhammad Ridho Amrullah, Kasubdit Perlindungan TKI Kemenaker RI bahwa ke enam warga PALI belum bisa dibawa pulang ke PALI. “Masih ada proses administrasi yang harus diselesaikan dan kita akan ambil  keterangann dari pihak perusahaan bersangkutan, mungkin sampai Jumat bisa dipulangkan,” terangnya. (adj)

Yuk bagikan berita ini...

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.