TKW Asal Palembang Menjadi Korban Penyekapan di Kamboja, Isak Tangis Ibunda Pecah

Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Palembang, Sri Hartanti berbincang dengan ibunda Kurnia Sari, Selasa (9/8/2022).

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Isak tangis pecah seorang seorang ibu mengetahui anaknya yang merupakan Tenaga Kerja Wanita (TKW) alias Pekerja Migran Indonesia (PMI) disekap oleh perusahaan investasi bodong di Sihanoukville, Kamboja.

Read More

Peristiwa penyekapan itu terungkap setelah Kepala Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Palembang, Sri Hartanti bersama timnya menyambangi rumah warga di Jalan SMB II, Lorong Durian, Kelurahan Alang Alang Lebar Palembang pada Selasa (9/8/2022) siang.

Rumah itu tak lain merupakan kediaman orang tua dari Kurnia Sari (45), salah satu TKW asal Palembang yang menjadi korban penyekapan yang dilakukan perusahaan investasi bodong tersebut.

Masayu Nani (68) ibu kandung Kurnia Sari saat ditemui di rumahnya mengaku sama sekali tidak tahu kabar sang putri ataupun tentang kondisi yang menimpa anaknya.

Sontak saja, kabar itu membuat Masayu menitikkan air mata usai mendapatkan kabar tak baik tentang putri sulungnya itu.

“Saya baru tahu hari ini. Selama dia di sana, tidak pernah saya dapat telepon,” kata Masayu dengan berurai air mata.

Rupanya peristiwa yang menimpa Kurnia Sari hanya diketahui oleh adik keduanya, Suci Hartini (37).

Peristiwa penyekapan ini dirahasiakan Suci Hartini lantaran sang kakak, tak ingin jika orang tuanya shock dengan kabar tersebut.

Masayu bilang, sejak Kurnia Sari pamit bekerja ke Kamboja pada bulan Juni 2022, sebagai seorang ibu yang melahirkan Kurnia Sari, rasa was was selalu menghampiri dirinya.

Ditambah lagi dia juga sempat menonton siaran televisi terkait penyekapan PMI yang bekerja di Kamboja.

Menyaksikan berita itu, Masayu hanya bisa berdoa di dalam hati agar anaknya tidak mengalami kejadian tersebut.

“Ya Allah Tuhan, semoga anakku tidak sampai begitu. Dalam hati saya cuma bisa berdoa,” ucapnya dengan suara bergetar menangis.

Meski pergi keluar negeri dengan maksud mendapatkan pundi-pundi rupiah, rupanya selama hampir dua bulan di Kamboja, Kurnia Sari juga tidak pernah mengirim uang kepada keluarganya di Palembang.

“Waktu itu dia izin ke Kamboja. Katanya ada kerjaan di sana. Terus perginya bukan sendiri, tapi ada juga yang dari Kalimantan, Sulawesi, Medan, dan dari mana-mana. Katanya bareng berangkat dari Jakarta,” ujarnya.

Tak banyak yang keluarga Kurnia Sari tahu tentang pekerjaan apa yang ia lakoni di Kamboja sana.

“Dia bilang di sana akan kerja kantoran,” ucap Masayu menambahkan.

Diketahui, Kurnia Sari adalah anak kedua dari delapan bersaudara. Dia memiliki seorang anak yang baru lulus SMP dan sedang menempuh pendidikan di pesantren.

Sang ibu Masayu sangat berharap agar putri keduanya itu bisa segera pulang dalam keadaan selamat tanpa kurang satu apapun.

“Harapan saya, seperti apa dia berangkat seperti itu juga dia kembali. Sehat dan cepat kembali ke Palembang,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Balai Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sumsel, Sri Haryanti mengabarkan jika saat ini Kurnia Sari sudah diselamatkan dan berada di Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Jakarta.

“Kurnia Sari dalam keadaan aman dan kondisi sehat. Terhadapnya saat ini masih perlu ada beberapa pemeriksaan dan BAP ke polisi,” ujarnya di sela pertemuan dengan ibu kandung Kurnia Sari.

Kata Sri, pemeriksaan itu diperlukan sebagai upaya penyidikan lebih lanjut, terkait bagaimana Kurnia Sari dapat pergi ke Kamboja dan dari siapa ia mendapatkan pekerjaan tersebut.

Mengingat Kurnia Sari dan beberapa pekerja lain asal Indonesia diperkerjakan secara tidak manusiawi oleh perusahaan di Kamboja.

“Ada yang dipekerjakan untuk perjudian online, investasi bodong dan bisnis-bisnis lain yang intinya untuk menipu orang. Mereka ini dijadikan operator scamming (penipuan),” ungkapnya.

Lebih lanjut, sejauh ini KBRI sudah berhasil menyelamatkan sebanyak 171 pekerja asal Indonesia yang disekap perusahaan tempatnya bekerja di Kamboja.

Jumlah itu dipulangkan secara bertahap hingga tiga kloter, di mana Kurnia Sari dipulangkan pada kloter pertama.

“Dengan adanya kejadian viral di Kamboja, KBRI lalu menelusuri berita-berita itu hingga akhirnya bisa menyelamatkan sampai tanggal 8 Agustus 2022 kemarin sebanyak 171 warga Indonesia dan sudah dipulangkan 40 orang. Mereka terbagi tiga kloter pulang tanggal 5,6,8 (Agustus). Kurnia sendiri masuk kloter pertama, jadi dia sudah dipulangkan tanggal 5 (Agustus) kemarin,” jelasnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.