Rusia Terbitkan Surat Penangkapan Internasional untuk Pendiri Telegram Pavel Durov, Didakwa Terlibat Terorisme

Writer: - Jumat, 31 Juli 2026
CEO Telegram Pavel Durov (dok. REUTERS/Albert Gea)

Moskow, Sumselupdate.com – Otoritas Rusia menerbitkan surat perintah penangkapan internasional terhadap pendiri sekaligus CEO Telegram, Pavel Durov. Pengusaha teknologi kelahiran Rusia itu didakwa atas tuduhan keterlibatan dalam aktivitas terorisme.

Pengumuman tersebut disampaikan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB) pada Rabu (29/7/2026) waktu setempat.

Read More

Dalam pernyataannya, FSB menyebut pemberitahuan pencarian internasional telah diterbitkan terhadap Pavel Durov, yang saat ini diketahui tinggal di Prancis dan memegang kewarganegaraan Prancis serta Uni Emirat Arab (UEA).

“Pemberitahuan pencarian internasional telah dirilis terhadap pimpinan administrasi Telegram, P. Durov,” demikian pernyataan FSB.

Menurut FSB, dakwaan terhadap Durov berkaitan dengan dugaan kegagalan Telegram menghapus konten yang diklaim digunakan oleh badan keamanan Ukraina serta kelompok yang oleh Rusia dikategorikan sebagai organisasi teroris dan ekstremis.

FSB menuduh sejumlah informasi yang beredar di Telegram dimanfaatkan untuk merekrut warga Rusia, mengoordinasikan aksi sabotase, terorisme, pembunuhan massal, hingga operasi penipuan siber di wilayah Federasi Rusia.

“Dakwaan tersebut berkaitan dengan tidak dihapusnya informasi yang digunakan oleh dinas khusus Ukraina dan organisasi teroris serta ekstremis untuk mempersiapkan dan mengoordinasikan aksi sabotase, terorisme, pembunuhan massal, dan operasi penipuan siber,” kata FSB.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan resmi dari Pavel Durov maupun pihak Telegram terkait tuduhan tersebut.

Perselisihan Panjang dengan Pemerintah Rusia

Kasus ini menambah panjang daftar perselisihan antara Durov dan pemerintah Rusia. Selama bertahun-tahun, ia dikenal menolak berbagai permintaan otoritas Moskow terkait akses terhadap data pengguna Telegram.

Telegram sendiri merupakan salah satu aplikasi perpesanan paling populer di Rusia. Pemerintah Rusia sebelumnya beberapa kali berupaya membatasi akses terhadap platform tersebut sebagai bagian dari kebijakan pengawasan ruang digital.

Otoritas Rusia juga pernah mendorong masyarakat menggunakan layanan komunikasi alternatif yang didukung pemerintah dan tidak menerapkan sistem enkripsi seperti Telegram.

Di sisi lain, pemerintah Rusia kerap menggunakan tuduhan terorisme maupun ekstremisme dalam berbagai perkara yang melibatkan pihak-pihak yang dianggap melanggar hukum atau mengancam keamanan nasional. Namun, sejumlah negara Barat dan organisasi hak asasi manusia menilai pasal-pasal tersebut juga digunakan terhadap lawan politik maupun kelompok oposisi.

Pendiri VKontakte

Pavel Durov lahir di Saint Petersburg, kota yang juga menjadi kampung halaman Presiden Rusia Vladimir Putin. Sebelum mendirikan Telegram, ia dikenal sebagai pendiri jejaring sosial VKontakte (VK), yang sering dijuluki sebagai “Facebook-nya Rusia”.

Durov kemudian meninggalkan VK setelah kehilangan kendali atas perusahaan tersebut di tengah meningkatnya tekanan dari pemerintah Rusia pada pertengahan dekade 2010-an. Setelah itu, ia mendirikan Telegram yang kini berkembang menjadi salah satu aplikasi pesan instan terbesar di dunia dengan ratusan juta pengguna aktif.

Selain menghadapi dakwaan terbaru dari Rusia, Durov juga masih berhadapan dengan sejumlah persoalan hukum di Prancis terkait dugaan penyebaran konten ilegal melalui platform Telegram.

(**)

Bantu Kami untuk Berkembang

Mari kita tumbuh bersama! Donasi Anda membantu kami menghadirkan konten yang lebih baik dan berkelanjutan. Scan QRIS untuk berdonasi sekarang!


Related posts