Tega, Motor Karyawati Transmart Ternyata Dilarikan dan Dijual Rekan Kerja Sendiri

Kedua tersangka pencurian sepeda motor milik karyawati Transmart tertunduk lesu saat diperiksa petugas.

Laporan: Diaz Erlangga

Palembang, Sumselupdate.com – Picik rupanya, otak di balik pencurian sepeda motor di parkiran yang menimpa seorang wanita karyawan salah satu retail modern Transmart Palembang, adalah rekan kerjanya sendiri.

Read More

Bagaimana tidak, pencurian yang dilakukan Septia (27) yang merupakan karyawan di tempat itu khusus elektronik, sangat tersistematis.

Dalam melancarkan aksinya, ia juga melibatkan dua rekannya untuk menyambut sepeda motor curian tersebut di luar mall.

Seperti yang diterangkan Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Agus Prihandinika peristiwa tersebut terjadi pada jam operasional mall pada Jumat (21/1/2021) silam.

Kejadian bermula saat Septian (27) yang merupakan perantau asal Kota Prabumulih ini menemukan tas wanita tak bertuan yang rupanya milik rekan kerjanya sendiri.

“Bukannya mengembalikan tas tersebut justru pelaku menggeledah tas korban. Dari situlah ia menemukan kunci motor beserta remote-nya,” ungkapnya.

Setelah mengambil kunci kontak motor itu, pelaku Septian mengembalikan tas yang ia temui kepada security mall tersebut.

Kemudian, pergi menuju parkiran basement mall. Di mana secara acak ia menghidupkan alarm sepeda motor menggunakan remote yang terhubung langsung dengan motor tersebut.

“Setelah menemukan kendaraan tersebut pelaku Septian ini menghubungi dua rekannya untuk menjemput motor tersebut,” lanjut Kompol Agus.

Guna menghindari tangkapan kamera pengawas dan tak melewati pintu parkiran, cara Septian mengeluarkan motor jenis matic merek Honda Scoopy BG 5928 JAK, melewati sela pagar pembatas bagian belakang mall yang memang tidak dilengkapi kamera CCTV.

Namun sepandai-pandainya tupai melompat pasti jatuh juga. Kasubdit III Jatanras Polda Sumsel Kompol Agus Prihadinika mengungkapkan dari kasus ini anggotanya dipimpin oleh Kanit 1 Kompol Willy Oscar dan Panit 1 AKP Biladi Ostin berhasil menangkap dua pelaku yakni Septian (27) dan Deswadi Amriansyah alias Rian (28) warga Sukarame Palembang.

“Satu pelaku berinisial EB saat ini tengah dalam pengejaran, datanya pun telah kita kantongi,” terangnya.

Bahkan dari pencurian motor tersebut, Septian juga mengambil STNK motor Scoopy bahkan komplotan ini berupaya mengaburkan jejaknya dengan mengecat hitam motor tersebut sebelum dicuri.

Dari kedua pelaku ini polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit kendaraan roda dua motor matic merek Honda Scoopy BG 5928 JAK serta satu buah tas perempuan berwarna pink milik korban.

“Kedua pelaku ini kita terapkan pasal 363 KUHP pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara,” pungkas Kompol Agus.

Sementara itu, tersangka Septian mengaku sepeda motor curiannya itu dijual kepada seseorang di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) dengan harga Rp1,5 juta.

“Yang jual itu teman saya yang DPO, motor itu laku satu setengah juta. Uangnya kita bagi tiga, masing-masing kami dapat lima ratus ribu,” ungkapnya.

Septian mengungkapkan saat pertama kali menemukan tas korban, yang terlintas di pikirannya adalah mengambil kunci motor tersebut.

“Memang sudah kepikiran untuk cari kunci motor di dalam tas yang saya temukan itu,” akuinya.

Sedangkan tersangka Rian (26) mengakui, setelah berhasil membawa kabur sepeda motor tersebut ia bersama rekannya EB langsung menjualnya ke daerah Sungai Lilin, Muba.

“Motornya saat itu saya jual dengan harga Rp1.5 juta. Dan hasilnya kami bagi bertiga, yang masing-masing mendapatkan Rp500 ribu,” ungkapnya. (**)

Yuk bagikan berita ini...

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.